Wanita Katolik di Kalbar Rayakan HUT WKRI ke-91

by
Ketua-WKRI-DPD-Kalbar-Yuline-Marhaeni-memotong-kue-dalam-perayaan-HUT-ke-91-WKRI-yang-berlangsung-di-Gedung-Bina-Remaja-Kompleks-Persekolahan-Bruder-Jl-AR-Hakim-Pontianak

Katoliknews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kalimantan Barat Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) merayakan HUT ke-91 WKRI yang berlangsung di Gedung Bina Remaja Kompleks Persekolahan Bruder, Jl AR Hakim, Pontianak, Jumat, 26 Juni 2015.

Pembina WKRI DPD Kalbar, Frederika Cornelis mengatakan, bagi manusia pada umumnya, usia 91 tahun merupakan usia harapan hidup yang sangat luar biasa namun juga sudah menuju grafik yang menurun dari segi dan produktifitas.

“Tetapi bagi sebuah organisasi usia ini merupakan usia yang sudah sangat mapan dan seyogyanya dapat melakukan karya-karya nyata dan dirasakan oleh anggota organisasi maupun masyarakat,” ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id.

Dalam perayaan ini panitia mengambil tema membangun kepedulian demi meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan masyarakat. Tema ini menuntut organisasi WKRI khususnya di Kalbar agar semakin gigih dalam berperan aktif dan mengaktualisasi diri guna mewujudkan visi misi organisasi.

Ketua panitia, Wike Yolanda, mengatakan dalam memperingati hari ulang tahun ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan seperti lomba paduan suara, tari poco-poco, kunjungan ke lapas anak, seminari tinggi, biara dan di puncak hari ini ada misa syukur serta ramah tamah.

Usia 91 mestinya sudah usia yang cukup dewasa, kalau melihat ukuran orang Indonesia sudah menjadi diatas angka harapan hidup,

“Kami berharap bahwa wanita Katolik bisa lebih berdaya, memiliki arti dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya umat Katolik tetapi juga seluruh masyarakat Kalimantan Barat,” jelasnya.

Ketua WKRI DPD Kalbar Yuline Marhaeni berharap organisasi ini bisa lebih maju dalam melayani, baik di lingkungan gereja dan membuat program-program di setiap cabang yang bermanfaat bagi semua masyarakat.

“Tidak perlu program yang muluk-muluk, yang penting kita bisa bersatu di dalam organisasi wanita katolik,” urainya.

Ia juga mengajak semua kader wanita Katolik di Indonesia dan Kalimantan Barat pada khususnya untuk merapatkan barisan dan bersama-sama melayani di gereja dan di lingkungan masyarakat.