Ormas Intoleran Kembali Demo Tolak Pembangunan Gereja St Clara-Bekasi

20660
Massa dari Forum Silahturahmi Umat Islam Bekasi berunjuk rasa menenentang pembangunan gereja St Clara Bekasi, Senin (7/3/2016)

Katoliknews.com – Kelompok intoleran yang menamakan diri Forum Silahturahmi Umat Islam Bekasi kembali berunjuk rasa menentang rencana pembangunan gerja St Clara di Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/3/2016).

Informasi yang diperoleh Katoliknews.com, massa yang berjumlah sekitar 1.000 orang ini berkumpul di dua titik yaitu Perumahan Duta Pondok Pesantren At-Taqwa mulai pukul 07.00 WIB

Kemudian massa pada pukul 08.00 WIB, menuju ke lokasi Pembangunan Santa Clara. Massa melakukan orasi selama sekitar 30 menit yang dipimpin Ismail Ibrahim.

Selanjutnya selesai orasi di Santa Clara, massa bergerak ke DPRD Kota Bekasi dengan rute Perumahan Prima Harapan – Jalan Raya Perjuangan – Sumarecon Bekasi – Jalan A. Yani – Jalan Hasibuan – Jalan Chairil Anwar – DPRD Kota Bekasi. Massa meminta Hak Angket Anggota DPRD Kota Bekasi terkait Pembangunan Santa Clara.

Setelah dari DPRD, aksi dilanjutkan ke Pemkot Bekasi dengan rute Jalan Chairil Anwar – Jalan Hasibuan – A. Yani – kantor Walikota Bekasi. Di kantor walikota massa meminta agar Walikota Mencabut IMB Pembangunan Gereja St.Clara.

Dalam aksi ini yang bertindak sebagai kordinator lapangan adalah KH. Ishomuddin dan Ismail Ibrahim.

Para ulama yang akan ikut serta diantaranya KH. Amin Noer, dipaksakan hadir oleh pihak Forum Silahturahmi. Kemudianm KH. Ishomuddin Muchtar, Pimpinan pesantren Al-Muchtar; Habib Jamal, FPI DPC Bekasi Utara; Damin Sada, Ikatan Jawara Islam Bekasi (IJABI; Ustad Nanang Seno, Forum Umat Islam Mustikajaya; Ustad Nanang Pramudiyanto; Ustad Kosim Nurseha, FUKHIS Cikarang; Habib Salim, Ketua Umum FPI Bekasi Raya; Majelis Taklim ibu-ibu At-Taqwa dan Ustad Mujahid, Jatisampurna.

Aparat keamanan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP diterjunkan untuk mengamankan jalananya aksi massa ini. Apel gabungan dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB, di Pemkot Bekasi dihadiri 1.757 orang personil dari berbagai satuan.

Terdiri dari Brimob Polda 180 personil, Sabhara Polda 180 personil, Raymas 30 personil,Polresta Bekasi Kota 100 personil, Satuan Sabhara 60 personil,Satuan Intelkam 30 personil, Satuan Reskrim 45 personil,Satuan Narkoba 20 personil.

Kemudian dari Propam 10 personil, Satuan Lantas 60 personil, tim nego 30 personil, Polsek Jajaran 380 personil, Satuan Pol PP 500 personil, Dinas Perhubunga 60 personil dan TNI 60 personil.

Wakil Kapolda Metrojaya Brigjen Pol Nandang Jumantara yang memimpin apel gabungan meminta kepada jajaran kepolisian untuk melakukan pendekatan secara persuasif dan tidak menggunakan senjata api.

“Pengamanan ini sifatnya preventif, lebih ditekankan terhadap pendekatan persuasif,” ujar Nandang Jumantara, Senin (7/3), seperti dilaporlan Suara Pembaruan.

Dia mengatakan, penindakan akan dilakukan oleh anggotanya apabila memang telah terjadi tindak pidana seperti pengerusakan, anarkis dan sebagainya. Wakil Kapolda Metro Jaya juga mengimbau kepada jajarannya untuk tidak menggunakan senjata api dalam pengamanan aksi demo tersebut.

Peter/Katoliknews

24 COMMENTS

  1. Bahaya laten bagi negara dan Pancasila

    Siapa di balik pengacau-pengacau ini sampai pemerintah seolah mendiamkannya?
    Mau sampai kapan pemerintah tak bergerak untuk membasmi hama seperti ini?

  2. Dear Para “kafir”

    Mengganggu peribadatan, melarang pembangunan rumah ibadah, dan sejenisnya adalah bentuk ibadah dalam agama para intoleran. Jadi mohon dimaklumi. Kalau tidak begitu para intoleran tidak akan dapat nasi bungkus

  3. Klu di daerah kami di Kalimantan ada yg demo pembangunan Gereja begini bisa langsung berhadapan dengan kami.. Mandau pun siap bergerak, sumpit pun siap dilepaskan..

  4. Klu di daerah kami di Kalimantan ada yg demo pembangunan Gereja kayak gini bisa langsung berhadapan dgn kami.. Pasukan Mandau & Pasukan Sumpit siap menghadapi..

  5. Ngaku beragama, tapi mengusik agama lain. Pemuka agama nya saja begitu apalagi pengikut nya?
    Gereja sudah punya IMB masih diributin.
    Yakin, rumah ibadah mu memiliki izin?

  6. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

    “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” ,jelas dalam ayat ini dikatakan.Bila ada alasan yg mengatakan kristenisasi,dalam bentuk apa?apakah benar?apakah hanya bentuk kekhawatiran semata?kami hanya butuh tempat ibadah yg layak dan nyaman,tidak harus menata kursi di jalan bila akan misa.

  7. Jika semua sudah memenuhi persyaratan pembangunan dan izin yang sah lanjutkan terus saja pembangunannya.
    Abaikan mereka-mereka yang sok paham beragama, dan mengatas namakan islam. Padahal mereka yang benar-benar paham islam pasti sangat toleran, dan tidak akan mengganggu apalagi mencampuri agama lain.
    Dan itu sudah dijelaskan dalam Alquran, Hadist, dan dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

    • pengikut islam yang benar pasti sayang dengan sesamanya walaupun beda keyakinan, karena kebersamaan dan toleransi pasti berbuah manis

  8. Serahkan semuanya kepada Tuhan. Smoga smua masalah in I dapat terselesaikan dengan baik n tenang.. semoga Tuhan memberkati kita semua…

  9. Di ambon..greja di mna2 mesjid dmna2….gak ada yg larang…..malah mereka bergotong royong untuk sama2 membangun tempt ibadah …walaupun berbeda keyakinan…..!!!heran sama pemrintah indonesia..yg sperti ini masih sja di biarin….

  10. Katanya menjamin kebebasan warga negara untuk beribadah. Lhah ini kasus kok lama banget penyelesaiannya, seolah pemerintah tidak perduli.
    Pak menteri agama bagaimana ini?
    Jangan biarkan kami merasa di jajah di negeri sendiri.
    1 gereja mencakup ribuan umat dari berbagai daerah, bukan 1 kampung 1 gereja..
    Susahkah memberikan kami kelonggaran dalam beribadah?

  11. Kita sebagai umat beragama sudah semestinya saling toleransi antar sesama.
    ini namanya bukan Muslim.
    Tindakan seperti ini sama sekali tidak mencontohkan perilaku atau sikap dari seorang muslim.
    Entah itu Islam, Kristen, Katolik, Hindu ataupun yang lain, sebagai umat beragama kita harus saling toleran.
    Saya kecewa masih ada saja orang yang seperti ini. Orang yang tidak langsung malah menjelek-jelekkan agama Islam sendiri. Semoga Allah memberikan pencerahan, petunjuk bagi mereka-mereka yang “meruntuhkan” agama Islam dan mereka yang tidak mentaati Rasulullah SAW. Dan saya juga berharap Tuhan memberikan ketabahan bagi Jamaat Gereja St Clara.
    Ini Indonesia. Warga negara yang baik adalah warga negara yang berusah menjaga persatuan dan kesatuan bangsanya. Bukan mereka yang malah meruntuhkannya.

  12. seharusnya DPR harus segera menyusun UUD tentang toleransi beragama.. jika tidak kejadian seperti ini akan terus terjadi.. balas dendam antar agama juga akan terjadi.. jika jelas peraturan dan hukumnya polisi bisa langsung bertindak sesuai hukum berlaku..
    indonesia akan pecah jika konflik seperti ini dibiarkan..

  13. Saya bukan orang yang pintar agama..di Ktp saya juga islam dan saya merasa tindakan menolak pembangunan gereja tidak sejalan dengan pancasila. Percuma menuding yang lain salah dan menganggap diri sendiri benar kalau perilaku tak sejalan dengan hukum pancasila. Kalau merasa menjadi penduduk NKRI harusnya bisa memahami Pancasila.

  14. Suka banget menggeneralisasikan ya adek adek disini, kalo ada oknum yang mengatasnamakan islam semua orang islam yang disalahin. Agama islam ga pernah melarang hal semacam itu dan harusnya kalian yang berotak juga sudah tahu hal itu. Jadi kalau merasa bisa membantu silahkan dibantu saudaranya, bukannya melakukan hal tidak berguna seperti asal menggeneralisasi seperti itu 😉

  15. Kami saudaramu berdoa smg Bapa di sorga memberi kedamaian dn hati mereka terbuka menerima keinginan kt.@murah hati dan sabar.

  16. Ketahuilah agama kami(islam), sesungguhnya tidak seperti itu. Hanya2 orang2 yg tidak bertanggung jawab saja yg mengatasnamakan islam. Kami diajarkan utk bertoleransi saya sebagai orang islam pun saat ini tidak menyetujui dengan tindakan sekelompok orang itu yg melarang pembangunan gereja.

  17. saya orang islam,tp saya benci dgn pelarangan pembangunan gereja
    bukan kah kita merdeka karna semboyan bhineka tunggal ika ?setan sekarang sudah menguasai mereka,islam yg asli itu toleran seperti halnya wali songo mereka sangat toleransi terhadap umat manusai.tdk sprti sekarang ini,iman sama nafsu itu sekarang beda2 tipis.

  18. Sebenarnya gereja ini udah bisa dibangun, entah kenapa kok susah rasanya, 20 thn lbh kami menantikan dn skrng Hanya bisa berdoa, biarlah tangan Tuhan yg bekerja memberkati Gereja ini.

  19. Klo di hadang oleh non muslim pasti bakal rusuh. Bgm klo yg sesama muslim yg toleran yg menghadang? Siapa tahu mereka akan malu sendiri.

  20. Negara bukan plural. Memalukan.
    Siapa dalang dri semua ini.? Bnyk yg bilang agama islam toleran. Saya yakin islam tidak sekeji itu. Saya hanya takut negeri ini di ganggu oleh orang yang tidak memiliki hati nurani yg tdk punya toleran. Saya brpikir kemungkinan mrka yg melakukan tindakan seperti ini adalah mereka yang ingn mengubah IDEOLOGI PANCASILA menjadi IDEOLOGI ISLAM hal ini sangat mengkhawatirkan krna tindakan sperti ini tidak berbedah dengan tindakan kaum ISIS yg skrg kita kenal, yg ingin ISLAM itu brkuasa. Para provokasi dalam kasus ini kemungkinan adalah bagian dari ISIS. Saya org khatolik tapi saya yakin ISLAM yg sbnrnya tidak SEKEJI DAN SEJAHAT itu. Hidup NKRI. DARI PEMUDA PERBATASAN RI-MALAYSIA (KALIMANTAN UTARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here