Misionaris SVD Asal NTT Dirampok dan Dianiaya di Brasil

8515
Pater Kristiyanto Naben SVD, imam kelahiran Nusa Tenggara Timur yang kini bertugas di Brasil dirampok dan dianiaya sekelompok orang pada Selasa malam, 8 Maret 2016. (Foto: dok Pater Ferdinand Doren SVD)

Katoliknews.com – Seorang misionaris Serikat Sabda Allah (SVD) kelahiran Eban, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur yang kini bertugas di Brasil dirampok dan dianiaya sekelompok orang pada Selasa, 8 Maret 2016 lalu.

Pater Kristiyanto Naben SVD, nama imam itu, diserang di tempat tugasnya di Paroki Estrela do Mar, sekitar 300 km dari kota São Paulo, ibukota Brasil.

Informasi ini disampaikan oleh Pater Ferdinand Doren SVD di laman Facebook-nya pada Kamis, 10 Maret.

Pater Doren, imam kelahiran Lewoloba, Flores Timur  adalah juga misionaris serta berkarya sebagai dosen Antropologi dan Sosiologi Agama selama 18 tahun di Brasil.

Perihal kebenaran peristiwa naas itu, sudah dikonfirmasi Pater Doren kepada Katoliknews.com, Kamis malam.

Menurutnya, kabar tentang masalah yang dihadapi Pater Yanto ia peroleh saat selesai mengajar di salah satu kampus pada Kamis siang.

Ia mengatakan, pada saat kejadian, sekitar pukul 21.00 waktu setempat, Pater Yanto sedang sendirian di pastoran, berhubung pastor rekan kerjanya sedang berada di São Paulo.

“Orang-orang itu (perampok) menuntut agar Pater Yanto menunjukkan di mana kotak uang paroki. Kelihatannya, mereka punya info bahwa memang ada kotak di sana. Boleh jadi ada informan mereka, tapi juga bisa jadi dari observasi mereka sendiri, karena peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya,” cerita Pater Doren.

Jawaban Pater Yanto yang menolak memberitahu keberadaan kotak uang itu, kata dia, membuat pelaku marah dan mulai mengobrak-abrik pastoran, membelenggu dan menganiayanya dengan pisau panas.

“Sekujur tubuh Pater Yanto ditendang dan diinjak-injak. Situasi teror itu berlangsung selama 3 jam,” kata Pater Doren.

Lantaran tidak mendapatkan sesuatu di pastoran, jelasnya, para perampok memasuki gedung Gereja yang terletak sekitar 20 meter dari pastoran.

Di sana, kata dia, mereka membongkar Tabernakel, yaitu kotak persegi yang dipakai untuk menyimpan Hosti Kudus, yang oleh orang Katolik dianggap sebagai Tubuh Yesus Kritus, juga Sibori, semacam piala dari logam yang berlapiskan emas, tempat menyimpan Hosti Kudus.

“Isi Sibori dihamburkan ke lantai Gereja, lalu Siborinya dibawa pergi.”

Selain Sibori, barang yang turut dibawa adalah laptop, telepon seluler dan beberapa barang lain.

Pastor Doren mengatakan, beruntung bahwa nyawa Pater Yanto tetap selamat.

“Ketangguhan spiritnya masih tersisa dan solidaritas berdatangan dari berbagai penjuru, untuk mengembalikan semangat Pater Yanto, yang pasti terganggu dengan kekerasan barbarik ini,” katanya.

Umat paroki, jelasnya, sudah mengekspresikan simpati, solidaritas, kekecewaan dan kemarahan atas kriminalitas ini.

“Peristiwa seperti itu tidak boleh terjadi atas siapapun, apalagi atas pribadi yang sopan, ramah dan baik seperti Pater Yanto,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kini umat di paroki sedang merencanakan sebuah adorasi dan doa tuguran bersama Pater Yanto dan pastor rekan kerjanya.

Pater Yanto sudah sepuluh tahun bertugas di Brasil.

Kini, kata Pater Doren, kondisi imam itu sudah membaik. “Saya baru bicara lewat telepon dengan dia. Tampak ia makin baik dan tenang,” katanya.

Ia berharap, semoga dukungan dari umat Katolik untuk para misionaris terus bertambah.

“Tiap wilayah misi punya tantangan dan kesulitannya tersendiri,” katanya.

Di tengah berbagai masalah yang dihadapi, ia mengatakan, mereka tetap tabah menjalakan misi, terutama karena mendapat kekuatan dalam pengalaman perjumpaan dengan umat yang dilayani.

Aria/Katoliknews.com

10 COMMENTS

  1. Semoga Aparat penegak hukum setempat segera bertindak cepat menangkap para pelaku dan dihukum sesuai hukum yang berlaku. Salam dan doa kami dari pah meto TTU

  2. Semoga pelakunya cepat ditangkap.. dan semoga tdk ada lagi kejadian serupa menimpa biarawan dan biarawati kita dalam tugas pelayanannya… semoga Tuhan selalu menjaga mereka.. amin

  3. Semoga Tuhan selalu melindungi para Misionaris, ditempat mereka berkarya…
    Agar kisah ini tidak terulang lagi.
    sehingga memberi kenyamanan buat para Misionaris kita.
    Tuhan memberkati.

  4. Cerita turuntemurun dari para orang tua kita terutama di Timor, para misionaris dulu tidak segan2 utk beri didikan, pelajaran yang berat kepada orang yg tidak mau bertobak, kurang ajar, apalagi berlaku kasar terhadap seorang Imam.
    ” ketika kamu hendak mewartakan injil/kabar gembira dan ada orang/keluarga yg tidak menerimamu, maka keluarlah dan kebaskanlah debu yg melekat pada alas kakimu,
    dan lihatlah apa yg akan terjadi”.
    Itulah yg dilakukan para misionaris dulu, sehingga saat mereka meninggalkan tempat itu, terjadi musibah berupa kebakaran, angin taufan, air bah, dll.
    Menurut saya, peristiwa yg dialami oleh Pater Yanto Naben, SVD, sdh sangat keterlaluan.
    Selain, novena bersama umat, buatlah misa khusus untuk para Pelaku agar mereka memperoleh hal yang setimpal, minimal ada pertobatan dari para pelaku tersebut.
    Salam dari kami, kerabat, keluarga di Eban, Pah Meto.

  5. Tetap tabah yang Teman… salib Kristus menguatkan semangat pelayan pastor. salam dari teman semasa kulaih di STFK Ledalero Maumere

  6. Tetap teguh dan semangat dalam pelayanan Tuan Pater…Selebihnya serahkan pada Kerahiman Tuhan

  7. Saya turut merasakan apa yg Pater alami. Karena saya juga pernsh dirampok di liar rumah. Memang kita takut sekali, krn org buat kita begitu. Sayang Pater. Saya doa supaya Pater cepat terpulih perasaan takut, dllnya.
    Juga kita doakanerrka yg berbuatvjajat itu. Kalau mereka sampai menyadari pembuatan mereka, pasti mereka akan malu sampai mati. Kitaojon agar Tuhan Yang membalasi acto mereka itu. Salam utk mu P. Yanto, dan kuat selalu.

  8. Pater,… ampuni dosa mereka krena mereka tidak sadar ap yg mereka lakukan.smoga Tuhan tetap memberikan semangat lebih dalm pelayananmu.Tuhan akn mbalas sgala uphnmu dri sorga.Tuhan lindungi n berikan kekuatan bgi pater..GB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here