Statistik: Masa Depan Gereja Katolik Ada di Asia dan Afrika

3726
WIKIMEDIA COMMONS - Livioandronico2013

Katoliknews.com – Gereja Katolik baru saja meluncurkan Buku Kepausan 2016 dan Statistik Tahunan Gereja tahun 2014. Buku yang disusun oleh Badan Pusat Statistik Gereja dan diedit Vatikan Typography ini akan mulai dijual di sejumlah tokoh buku dalam beberapa hari ke depan.

Informasi yang tersaji dalam dua buku ini menunjukkan adanya sejumlah perubahan mengenai kehidupan gereja Katolik di seluruh dunia mulai dari Februari 2015 hingga 31 Desember 2015.

Dua buku ini antara lain menyajikan informasi mengenai dinamika Gereja Katolik dalam angka pada kurun 2005 hingga 2014. Dari angka-angka yang tersaji di dalamnya, angka-angka terkait dinamika Gereja Katolik di Asia dan Afrika menunjukkan tren peningkatan. Sebaliknya, di Eropa, Amerika dan Oseania menunjukkan tren penurunan.

Jumlah umat Katolik, misalnya. Menurut dua buka tersebut, jumlah umat Katolik meningkat menjadi 1,272 miliar atau 17,8% dari populasi dunia pada 2014 lalu. Bandingkan pada tahun 2005 silam, jumlah umat Katolik masih 17,3% dari total penduduk dunia atau sebanyak 1,115 miliar.

Peningkatan jumlah umat Katolik ini terutama terjadi di Benua Afrika dan Asia. Di Afrika meningkat cukup signifikan yaitu 41%. Pertumbuhan ini melampaui pertumbuhan populasi manusia di benua hitam itu yang hanya 23,8%.

Pertumbuhan serupa juga terjadi di Asia. Di Asia pertumbuhan umat Katolik sebesar 20% dalam kurun waktu 2005-2014. Bandingkan dengan pertumbuhan jumlah populasi Asia pada periode yang sama yang hanya 9,6%.

Tren jumlah umat Katolik di Amerika juga mirip dengan Asia dan Afrika dimana pertumbuhan jumlah umat melampaui perutumbuhan jumlah populasi secara keseluruhan. Tetapi selisihnya tidak terlalu lebar seperti di Asia dan Afrika. Jumlah umat Katolik di Amerika tumbuh sebesar 11,7%, sedangkan pertumbuhan jumlah penduduk secara keseluruhan sebesar 9,6%.

Di Eropa juga demikian.Pertumbuhan umat Katolik sedikit lebih tinggi (2%) dibandingkan pertumbuhan penduduk secara keseluruhan.

Tren berkebalikan terjadi di Oseania dimana pertumbuhan penduduk secara keseluruhan sebesar 18,2%, sedangkan pertumbuhan jumlah umat Katolik 15,9%.

Masih berdasarkan buku statistik tahunan itu, pada tahun 2014, total jumlah orang yang dibabtis menjadi Katolik di Afrika bertambah 17%, Amerika 48%, Asia 10,9%, Eropa 22,6% dan Oseania 0,8%.

Bagaimana dengan kondisi para pelayan umat, seperti jumlah uskup, imam, biarawan/i dan calon imam?

Secara keseluruhan, jumlah uskup di seluruh dunia meningkat 8,2% dari 4.841 pada 2005 menjadi 5.237 uskup pada 2014. Lagi-lagi, tren peningkatan terutama terjadi di Asia dan Afrika.

Di Asia, jumlah uskup bertambah 14,3% dan Afrika 12,9%. Sedangkan di Amerika dan Oseania, peningkatannya lebih rendah dibandingkan tren pertumbuhan secar global. Di Amerika jumlah uskup bertambah 6,9% dan Oseania bertambah 4%.

Jumlah imam dioses dan religius dari 2005 hingga 2014 bertambah 9.381 dari 406.411 orang imam menjadi 415.792 imam. Namun, peningkatan ini tidak sama. Di Afrika dan Asia, peningkatannya masing-masing 32,6% dan 27,1%. Sedangkan, di Eropa jumlahnya menurun 8% dan Oseania menurun 1,7%.

Kemudian, jumlah diakon permanen terus mengalami peningkatan dari 33.000 pada 2005 menjadi 44.566 pada 2014, meningkat 33,5%. Mayoritas yaitu 95,7% berada di Amerika Utara dan Eropa. Sedangkan di Asia dan Afrika hanya 1,7%.

Jumlah biarawan non tabis (bruder) menurun tipis dari 54.708 pada 2005 menjadi 54.559 di 2014. Di Amerika berkurang 5%, Eropa berkurang 14,2% dan Osenia berkurang 6,8% dan meningkat 10,2% di Afrika dan meningkat 30% di Asia.

Sedangkan, jumlah biarawati secara keseluruhan meningkat 10,2% antara 2005 hingga 2014. Biarawati di Eropa dan Amerika menurun 70,8% menjadi 65,3%. Sementara di Afrika dan Asia ada peningkatan dari 27,8% menjadi 35,3%.

Jumlah calon imam baik imam diosesan maupun religius, bertambah dari 114.439 di 2005 menjadi 116.339 di 2014, meskipun di 2011 ada 120.616 orang calon imam. Penurunan selama tiga tahun terakhir terjadi di semua benua, kecuali Afrika dimana pertumbuhan jumlah seminarisnya sebesar 3,8%. Namun, dalam periode 9 tahun, Asia, Afrika dan Oseania menunjukkan perubahan yang evolusioner dengan pertumbuhan masing-masing 21%,14% dan 7,2%. Sementara di Eropa, menurun sebesar 17,5% dan Amerika menurun 7,9%.

Peningatakan jumlah seminaris yang terbesar di Afrika yaitu 30,9% dan Asia 29,4%. Sedangkan di Eropa dan Amerika tercatat menurun masing-masing 21,7% dan 1,9%.

Dari angka-angka yang tersaji di atas, Asia dan Afrika menunjukkan tren yang meningkat signifikan baik dalam jumlah umat maupun uskup, imam, biarawan/i serta pelayan Tuhan lainnya. Sedangkan, di Amerika dan Eropa, tren pertumbuhannya menurun.

Peter/Zenit.org/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here