Awam Katolik Bentuk Vox Point Indonesia

4688
Pengruus Fox Point Institute berpose bersama setelah deklrasi di Jakarta, Sabtu 11 Maret 2016

Katoliknews – Bertempat di Grand Central Restaurant, Jalan  Bulungan Raya 22, Jakarta Selatan, Sabtu 12 Maret 2016 Perhimpunan Vox Point Indonesia (VPI) resmi dideklarasikan.

Ketua Umum VPI, Handyo Budhisedjati mengatakan VPI merupakan wadah perhimpunan  bagi para awam Katolik yang terpanggil untuk terlibat dalam kegiatan sosial politik di Indonesia.

Berasal dari berbagai latar belakang, VPI kata Handoyo diharapkan menjadi titik temu bagi para awam katolik untuk memberikan kontribusinya yang nyata dalam kegiatan sosial politik di tengah-tengah masyarakat.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa perlu keterlibatan aktif umat Katolik dalam kehidupan sosial politik di tingkat nasional yang selama ini kami akui masih sangat kurang,” kata Handoyo.

Tak hanya itu, sebagai perhimpunan yang berlandaskan iman Katolik, VPI lanjut Handoyo ingin menjadi gerakan yang juga mampu membangun kesadaran di internal Gereja Katolik Indonesia terutama kaum awamnya supaya pro aktif dalam kegiatan kehidupan sosial politik di kancah nasional.

“Jadi ke luar kita ingin memberi kontribusi dengan menghimpun kekuatan yang sudah ada supaya berkarya lebih hebat lagi. Dan ke dalam kita perlu membangun umat yang lain terutama kaum muda agar memiliki kepedulian pada urusan sosial politik kemasyarakatan,” terangnya.

Sesuai namanya VPI, Handoyo berharap VPI tidak hanya menjadi perhimpunan yang ikut-ikutan ramai di ruang publik, tetapi wadah yang benar-benar menjadi “VOX” yaitu SUARA yang tidak hanya sekedar membuat gaduh atau bising suasana tetapi SUARA yang menggerakan dan membawa perubahan.

Bagi VPI, di tengah demokrasi yang begitu bising, tantangan Vox Point Institute adalah memisahkan noise dari voice. Vox adalah sungguh-sungguh suara yang tidak hanya sekedar membuat gaduh atau bising suasana. Suara (vox) adalah suatu kekuatan yang sungguh-sungguh mendorong perubahan. Dia lahir dari proses refleksi yang tidak pernah henti, yang kemudian menjadi aksi nyata.

“VPI ini datang dari berbagai latar belakang, ada politisi, pengusaha, aktivis HAM, pegiat Gereja, akademisi, birokrat, purnawirawan TNI/Polri, pekerja media. Sehingga kami harapkan wadah ini bisa menjadi titik temu yang baik sebagia wadah refleksi bersama di bawah terang iman katolik untuk merespon situasi-situasi di masyarakat,” beber Handoyo.

Ia tegaskan pula, VPI hadir dengan usaha memenuhi ruang publik dengan ‘suara-suara konstruktif-solutif.’

“Kalau itu kritik maka kritik kami membangun, jauh dari sekedar kritik yang menjatuhkan apalagi mencaci-maki atau mengumbar fitnah. Termasuk suara yang digabungkan adalah suara yang mampu menghadirkan daya dorong perubahan, di mana ada persoalan VPI hadir menjadi corong untuk menghadirkan solusi,” kata Handoyo lagi.

Selain agenda deklarasi, kesempatan ini juga digunakan untuk mengesahkan sejumlah pengurus.Turut hadir dalam deklarasi ini beberapa tokoh nasional yang didapuk sebagai Dewan Penasihat antara lain Letjen TNI Purn Cornelius Simbolon, Letjend TNI Purn Tono Suratman, Veronica Wiwiek Sulistio, Antonius J. Supit, FX Budhi Hendarto, Titus Sarijanto dan beberapa Dewan Pakar antara lain Adrianus Meliala, Natalius Pigai, Adrianto Gani dan Andreas Susetyo.

Beberapa politisi antara lain ikut terlibat dalam kepengurusan yaitu anggota DPR RI Rufinus Hutahuruk, Johny Plate, Inggar Joshua, dan beberapa nama lainnya.

Peter/Katoliknews

6 COMMENTS

  1. Apa MISSION dari VOX ?
    Jangan pakai INDOKTRINASI / PROPAGANDA managemen VISI & MISI spt jaman KOALISI th 1998-an. Tetapi gunakan Mission-Vision-Values Statemets spt pada umumnya.

    Basics of Developing Mission, Vision and Values Statements
    © Copyright Carter McNamara, MBA, PhD, Authenticity Consulting, LLC.
    Adapted from the Field Guide to Nonprofit Strategic Planning and Facilitation.

    Identifying or updating the mission, vision and values statements is usually done during strategic planning. Therefore, the reader might best be served to first read the information in the topic Strategic Planning.

    Developing a Mission Statement

    1. Basically, the MISSION statement describes the overall PURPOSE of the
    ORGANIZATION.

    2. If the organization elects to develop a vision statement before developing the mission statement, ask “Why does the IMAGE , the VISION exist — what is it’s PURPOSE ?” This purpose is often the same as the mission.

    3. Developing a mission statement can be quick culture-specific, i.e., participants may use methods ranging from highly analytical and rational to highly creative and divergent, e.g., focused discussions, divergent experiences around daydreams, sharing stories, etc. Therefore, visit with the participants how they might like to arrive at description of their organizational mission.

    4. When wording the mission statement, consider the organization’s products, services, markets, values, and concern for public image, and maybe priorities of activities for survival.

    5. Consider any changes that may be needed in wording of the mission statement because of any new suggested strategies during a recent strategic planning process.

    6. Ensure that wording of the mission is to the extent that management and employees can infer some order of priorities in how products and services are delivered.

    7. When refining the mission, a useful exercise is to add or delete a word from the mission to realize the change in scope of the mission statement and assess how concise is its wording.

    8. Does the mission statement include sufficient description that the statement clearly separates the mission of the organization from other organizations?

    Catatan : Banyak sekolah / universitas katholik sudah terjebak pada perangkap VISI & MISI dan bersikap KERAS KEPALA alias NDABLEG.

  2. Berjuang untuk mengalami dan menerangi kehidupan berbangsa dan bernegara dari ancaman kekinian… indonesia kuat dan bertahan lama harus mendengar pendapat tokoh katholik… cermin kita pada resimen SUHARTO… Karena ada perancang nya tokoh katholik… RADIKALISME DI BUBARKAN hanya BUTUH seorang patriot sejati seperti BENNY MARDANI…

  3. kalau mau mendaftar untuk ikut rekoleksi vox saya harus hubungi siapa? karena saya kontak ibu fifi riany tidak bisa bisa ..mohon infonya. terima kasih. Fina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here