Umat wilayah St Gabriel dari paroki St Andreas sedang melaksanakan ibadat jalan salib

Katoliknews.com – Banyak jalan menuju Roma.  Begitu juga, banyak cara bagi umat Katolik untuk melaksanakan jalan salib selama masa Prakaskah ini. Buktinya, kemarin (15/3/16), salah satu wilayah di Paroki St Andreas Kedoya Jakarta, hendak mengulangi tradisi jalan salib dari rumah ke rumah di Kompleks Perumahan Greenville.

Sayangnya, tradisi jalan salib yang sudah dijalankan kurang lebih duapuluh tahun ini akhirnya hanya dilaksanakan di dalam rumah yang sedianya untuk menjadi perhentian pertama.  Sebab hujan deras mengguyur kota Jakarta yang disertai petir dan kilat.

Walaupun demikian, terlihat umat yang hadir sekitar seratusan orang. Jalan salib unik ini diawali dengan pengakuan dosa.

Eddy Eduardus Wijaya Firgo, salah seorang umat, menuturkan biasanya jalan salib itu dilaksanakan di luar rumah. “Kami biasanya melaksanakan jalan salib ini secara unik, memikul salib dari rumah ke rumah, di kompleks ini,” ujar Eddy Firgo yang sore itu menjadi pemimpin ibadat salib.

Menurut Eddy lagi, tradisi jalan salib itu sudah berjalan duapuluhan tahun. “Dan biasanya lebih ramai dari sekarang. Hari ini terpaksa diadakan dalam rumah karena hujan,” imbuh umat dari lingkungan Rafael II.

Sedangkan ketua wilayah St Gabriel, Jose Rizal Sunardy, mengaku bahwa kegiatan seperti ini belum pernah terjadi di lingkungan dan paroki lain.

Selain itu, ada keunikan lain yang terungkap. “Wilayah ini berepelindungkan para Malaikat. Wilayahnya bernama St Gabriel. Sedangkan nama lingkungannya diambil dari Malaikat yang lain. Linkungan Mikhael, Rafael  I dan II. Juga lingkungan Serafim,” sebut Jose.

Stefan/Katoliknews

Komentar