Rayakan Minggu Palma, Umat Katolik di Jakarta Diganggu Sekelompok Massa

2867
Suasana saat sekelompok massa berkerumun di Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri, Minggu, 20 Maret 2016. (Foto: Facebook Keuskupan Agung Jakarta)

Katoliknews.com – Permulaan Pekan Suci di Paroki Damai Kristus Kampung Duri, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) diwarnai oleh penolakan sejumlah orang yang mengaku terusik oleh atribut daun palma di depan gereja.

Mereka menilai, hiasan di depan aula yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Misa – berhubung paroki ini belum memiliki Gereja – dapat mengganggu iman pemeluk agama lain di sekitar wilayah itu.

Hal ini ditulis oleh laman Facebook Keuskupan Agung Jakarta. “Masih saja ada kelompok intoleran yang mengusik Kekhusukan Minggu Palma,” demikian ditulis dalam akun Facebook tersebut, Minggu, 20 Maret 2016.

Namun demikian, suasana cepat terkendali. Pihak keamanan yang menjaga jalannya ibadah dapat mengendalikan situasi ketika kelompok intoleran tersebut melancarkan aksinya.

“Puji Tuhan, pihak keamanan siaga. Di negara Pancasila, beribadah dilindungi undang-undang. Tindak intoleran tak pernah bisa dibiarkan.”

Wakil KAJ di Forum Komunikasi Umar Beragama (FKUB) DKI Jakarta, Romo Suyadi disertai pihak terkait, berusaha berdialog dengan perwakilan mereka. Sekurang-kurangnya dapat memberikan penyadaran bahwa Gereja Katolik tak akan pernah menjadi ancaman.

Penolakan warga terhadap Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri itu sebenarnya sudah berlangsung sejak November 2007. Rangkaian pembicaraan dilakukan antara pihak gereja dan masyarakat, dengan melibatkan tokoh masyarakat, pihak kelurahan dan kecamatan setempat.

Namun, belum juga hadir kata sepakat. Pihak gereja berargumen, penggunaan aula ini sudah dilakukan sejak tahun 1968. Sebab, tidak ada lagi tempat lain yang memungkinkan untuk beribadah.

Marcelino/Katoliknews

1 COMMENT

  1. hanya orang bodohlah yang IMANNYA TERGANGGU GARA-2 DAUN PALEM, pantas negara ini SUSAH MAJUNYA, isinye wong bego

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here