Presiden AS Barck Obama disambut Kardinal Ortega dalam disela-sela kunjungan bersejarah ke Kuba (Foto: AP)

Katoliknews – Presiden Amerika Serikat Barack Obama sedang melakukan kunjungan bersejarah selama tiga hari, sejak Minggu 20 Maret, ke Kuba sebuah negara berhaluan komunis yang selama beberapa dekade berseteru dengan Amerika Serikat.

Di sela-sela kunjungannya itu,Obama juga bertemu dengan Kardinal Jaime Lucas Ortega y Alamino, Usukup Agung Havana.

Pertemuan yang berlangsung Minggu malam di katedral Havana itu terjadi pada hari pertama kunjungan Obama. Ini merupakan kunjungan pertama kali presiden AS ke Kuba sejak 1928.

Pada Agustus tahun lalu, Kardinal Ortega memuji dibukanya kembali hubungan diplomatik antara AS dan Kuba. Ortega saat itu mengatakan Gereja akan memainkan peran dalam proses itu.

Kardinal Ortega membantu terwujudnya kesepakatan Desember 2014 antara AS dan Kuba untuk memulai normalisasi hubungan – proses yang disebut sebagai “Cuba Thaw”. Paus Fransiskus memainkan peran kunci sebagai mediator, yang bekerja di belakang layar untuk membawa kedua negara ini kembali bersama.

Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS, Ben Rhodes mengatakan:” Kardinal Ortega bersama Paus Fransiskus sangat membantu dalam memwujudkan kesepakatan pada 17 Desember untuk menormalkan hubungan kedua negara”.

Rhodes mengatakan pertemuan antara Presiden Obama dengan Kardinal Ortega dalam kunjungan bersejarah ini menunjukkan peran penting Gereja Katolik dalam kehidupan orang Kuba dan dalam meningkatkan hubungan antara AS dan Kuba.

Kardinal Ortega pernah dipenjara dalam kamp kerja paksa pada 1967 dibawah rezim Castro, yang ditekan Gereja Katolik.

Ortega mengkritisi komunisme dan di satu sisi juga mengingatkan bahya serius dari kapitalisme. Ortega mengkritisi budaya AS yang menginvansi segala lini kehidupan: fasion, konsepsi kehidupan.

Paus Fransiskus mengunjung Kuba pada September 2015, dimana ia menyeruhkan”revolusi kelembutan”. Paus di sela-sela lawatannya ke Meksiko pada Februari 2016 juga mampir ke Kuba dimana ia menggelar pertemuan bersejarah dengan pimpinan Ortodoks Rusia, Patriarch Kirill.

Peter/catholicherald.co.uk/Katoliknews

Komentar