Para remaja peserta ret-ret yang digelar oleh Komunitas Sant'Egidio di Medan, Kamis, 24 Maret 2016. (Foto: Stefan/Katoliknews)

Katoliknews.com – Mereka terlihat seperti masih remaja. Dan memang benar, ketika ditanya. “Saya kelas III SMU,” ungkap seorang siswa saat memperkenalkan diri.

Ada yg memperkenalkan diri berasal dari kota Duri-Riau, Nias Utara dan Selatan, juga dari kota Medan.

Pada Kamis, 24 Maret 2016, para remaja ini berkumpul di Gedung Katolik Center Medan, mengikuti acara yang digelar Komunitas Sant’Egidio (KSE).

Eveline Winarko, kordinator KSE yang yang baru tiba dari Jakarta, Kamis siang mengatakan, kegiatan ini bertajuk retret Paskah kekeluargaan.

“Kegiatan serupa terjadi di empat kota di Indonesia, yakni Medan, Yogyakarta, Kupang dan Jakarta,” tutur Eveline.

Menurutnya, KSE adalah komunitas Katolik yang diakui sebagai komunitas awam, dengan prinsip dasar menumbuhkan semangat sebagai suatu keluarga.

Evelin menambahkan, dalam kesempatan Misa Kamis Putih malam ini, ada hal unik yang mereka praktekkan, di mana pembasuhan kaki dimulai oleh pastor, selanjutnya orang yang sudah dibasuh itu membasuh kaki pastor dan seterusnya.

Makna yang mau ditonjolkan dalam pembasuhan kaki yg berbeda dengan pembasuhan kaki sesuai aturan liturgi itu, bagi Evelin, adalah untuk belajar kerendahan hati Yesus.

“Pada umumnya orang ingin berkuasa. Maka dengan pembasuhan kaki itu diarahkan untuk menunduk dan melayani semua orang,” pungkas Eveline.

Stefan/Katoliknews

Komentar