Kotbah Jumat Agung,Uskup Ruteng-Flores Ajak Umat Cegah Kelompok Radikal

676
Umat Katolik di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores mengikuti prosesi cium salib pada Jumat Agung 25 Maret 2016. Foto: Dinan/Katoliknews

Katoliknews – Uskup Ruteng Mgr Hubert Leteng Pr dalam kotbah Jumat Agung mengajak umat Katolik Keuskupan Ruteng untuk ikut ambil bagian dalam mencegah berkembangnya kelompok radikal di wilayah itu.

Karena itu, Uskup Hubert mengajak umat mengawasi pergerakan orang-orang mencurigakan yang masuk ke wilayah keusukupan Ruteng yang mencakup tiga kabupaten: Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur.

“Kita perlu waspadai pendatang baru yang belum kita kenal. Awasi gerak-gerik mereka,”kata Uskup Hubert saat kotbah pada perayaan Jumat Agung di Gereja Katolik Paroki Roh Kudus, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores,Jumat 25 Maret 2016.

Labuan Bajo adalah destinasi wisata dunia dan menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional Komodo. Karena itu, menurut Uskup Hubert, kota ini harus aman dan damai sehingga wisatawan tetap menjadikan wilayah ini sebagai tempat berwisata.

“Mari kita sama-sama memerangi teroris,ISIS dan kelompok Gafatar. Kelompok ini tidak boleh ada di Labuan Bajo,”kata  Uskup Hubert.

Menurut Uskup Hubert, keberadaan kelompok radikal membahayakan kehidupan sosial dan kerukunan umat beragama. Karena itu, apabila ada pergerakan kelompok tersebut, maka segera dicegah.

”Jangan biarkan kelompok radikal mengangggu dan memecah belah kedamaian wilayah ini.”

Misa Jumat Agung di Labuan Bajo dimulai pukul 15.00 Wita. Ribuan umat memadati gereja Paroki Roh Kudus Labuan Bajo mengikuti prosesi misa yang dipimpin Uskup Hubert dan didampingi pastor Paroki Rm Rikard, Pr.

Ajakan Uskup Hubert untuk mengawasi orang tak dikenal bukan tanpa alasan. Pada Sabtu 18 April 2015 lalu, aparat gabungan Kepolisian, Densus 88 dan TNI menangkap seorang terduga teroris di wilayah Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Terduga teroris bernama Syarifudin itu merupakan anggota jaringan kelompok teroris Santoso yang saat ini sedang diburu aparat keamanan di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.

Terduga teroris asal Dompu, Bima, Nusa Tenggara Barat ini sampai ke Manggarai Barat diduga karena menikah dengan perempuan asal Desa Siru, Kecamatan Lembor.

Katoliknews/Dinan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here