Pesan Jumat Agung Komunitas Sant’Egidio

526
Teguh Budiono da Eveline dalam sesion mendalami arti Jumat Agung di Katolik Centre Medan

Katoliknews – Orang muda Katolik yang tergabung dalam Komunitas Sant’Egidio (KSE) belajar mendengarkan Tuhan di tengah kebisingan kota. Spirit ini sedang terjadi di empat kota di Indonesia, Medan, Jakarta, Yogyakarta dan Kupang.

Dalam permenungan Jumat Agung ini, KSE menengarai bahwa manusia pada jaman post modern ini sungguh-sunguh terlatih untuk melupakan orang lain dan mengkotak-kotakan sesama.

“Oleh karena kita mau mengejar kesuksesan, maka manusia pada zaman ini terjebak pada upaya untuk melupakan orang lain,” ujar Ketua KSE Indonesia Teguh Budiono di Medan (25/03/16).

Teguh yang giat mempropagandakan penolakan hukuman mati di Indonesia itu, menyebut umat Katolik juga sama dengan warga sipil lainnya yang terjebak dalam kesuksesan untuk diri sendiri.

BACA Juga: Retret Sant’Egidio di Empat Kota Untuk Para Remaja

“Kita melihat sesama sebagai pesaing, bukan lagi sebagai sahabat,” pesan Teguh kepada delapan puluhan orang muda katolik KSE di Katolik Center Medan.

Karena dengan alasan demikian Teguh mensinyalir ada kekuatan saling mengkomunikasikan pesan kebencian di media sosial. “Kita lupa mendengarkan Tuhan dan lupa membaca kitab suci,” pesannya.

Ia menambahkan dengan lupa membaca kita suci tetapi orang muda zaman ini lebih mudah membully sesamanya lewat media sosial. “Mari kita meninggalkan bacaan-bacaan yang sarat dengan warta kebencian dan intrik politik dan kembali mendengarkan Tuhan,” pesannya.

Karena dengan mendengarkan Tuhan dalam SabdaNya maka menurut Teguh, umat Katolik akan sibuk melayani sesama.

“Kitab Suci dan InjilNya menjadi sumber bagi kita memenangkan sesama. Kita menjadikan semua orang sebagai pemenang,” pungkas Teguh.

Stefan/Katoliknes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here