Sabtu Suci

644
Foto: Ilustrasi malam Paskah (ciricara.com)

Oleh : Pater  Cyrelus Suparman Andi, MI

Puncak dari Tri Hari Suci Paskah adalah malam Cahaya, dimana kita mengenangkan kebangkitan Kristus dengan jaya. KebangkitanNya menandakan bahwa maut dikalahkan.

Kematian tidak memiliki kuasa atas Allah dan kehendakNya. Namun sebagai manusia, Yesus mengalami semua penggalaman manusiawi sama seperti kita, termasuk kematian, kecuali dosa.

Kebangkitan Kristus adalah “tanda” bagi kita yang percaya bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya. Tetapi, merupakan proses yg perlu dilewati atau sebuah masa transisi menuju kehidupan baru yang kita semua dambakan dan persiapkan. Kehidupan baru itu ialah kebangkitan menuju hidup kekal bersama Kristus di surga.

Kebangkitan Kristus adalah sebuah tanda yang memperkuat harapan kita, sekaligus jaminan bagi iman kita bahwa apa yg kita imani bukanlah sia-sia atau iman kosong, melainkan berdasarkan pada “pristiwa ” nyata dalam hidup Kristus, Putra Allah. Semua yang dikatakanNya terpenuhi.

Kebangkitan Kristus juga mengingatkan kita, bahwa di setiap penderitaan, kedukaan, kesusahan, jika dijalani dengan iman, harapan, dan dalam kasih, pasti mendatangkan sukacita dan kemenangan. Sehingga kita diundang untuk meneladani Kriatus dalam hidup kita agar tidak mudah menyerah dan putus asa ditengah kesusahan; melainkan berserah dalam doa dan tingkahlaku yang mencerminkan iman kepadaNya; penuh harapan dan kasih, sehingaa Tuhan boleh meneruskan rencanaNya dalam hidup kita, bahkan dalam penderitaan itu.

Di malam paskah ini, kita akan menyalakan Lilin Paskah, yang melambangkan Cahaya Kristus yang mampu menghalau kegelapan dan dosa.Dosa kita pun diampuniNya, walau sebesar apa pun itu, jika kita bertobat dan kembali kepadaNya.

Marilah kita bersukacita bersama seluruh umat Tuhan, merayakan kemenangan Kristus dan kemenangan kita juga. Selamat Paskah. Kristus Bangkit. Alleluia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here