Saat Uskup Suharyo Disambut Ibu-ibu Berjilbab

24717

Katoliknews.com – Alunan nada dari alat musik qosidah yang dimainkan oleh ibu-ibu berjilbab orange, mewarnai suasana penuh toleransi menyambut Uskup Ignatius Suharyo di paroki Kranji, Bekasi pada Minggu, 22 Mei lalu.

Ibu-ibu Muslim yang berbaris rapi dengan alat musik di tangan mereka tersebut, bersama umat merayakan ulang tahun ke 25 Paroki Kranji.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pun hadir di tempat itu. Dalam sambutannya, sebagaimana dilansir Kaj.or.id pada Senin 23 Mei, ia mengatakan,  Bekasi memiliki Kampung Pancasila, yakni daerah Kampung Sawah.

Di tempat itu, kata dia, masyarakat sungguh menjunjung tinggi nilai toleransi, sejumlah elemen masyarakat dan umat beragama sudah membaur menjadi satu dalam keberagaman.

Di Kranji sendiri, toleransi yang menjadi kunci perbedaan itu, sudah sejak lama dipegang teguh oleh masyarakatnya. Hal itu tampak dari hubungan yang harmonis antara umat paroki dengan masyarakat di sekitar gereja.

Dalam acara ini misalnya, selain ibu-ibu pemusik, dua orang ketua RT non Katolik yang tinggal tidak jauh dari gereja pun turut terlibat dalam kepanitiaan acara.

Bak “sebuah lilin yang bernyala di tengah kegelapan”, harmonisnya warga di Kranji diharapan bisa menjadi kekuatan yang membuka pikiran banyak orang akan indahnya toleransi.

Roby Sukur/Katoliknews

10 COMMENTS

  1. Luar biasa, terharu saya membaca artikel ini.
    Inilah toleransi sesungguhnya, bukan sekedar agamamu agamamu, agamaku agamaku, tapi lebih dari itu yaitu adanya pengakuan bahwa sebuah kebenaran itu juga tercermin didalam agama agama yang lain dan budaya budaya lain yang perlu juga kita hargai dan junjung tinggi.

  2. Toleransi itu tdk hrs ikut merayakan …
    Tapi juga tdk boleh kebablasan …
    Umat Islam juga hrs menghormati agama lain …
    Umat Islam tdk boleh menyerupai suatu kaum krn ia akan termasuk golongan tsb …
    Ada batasan nya menurut Al-Qur’an dan Hadits sahih …
    Lakum dinukum waliyadin …

  3. Sangat cocok dg ciri khas Islam nusantara yg sejati sebagaimana pesan Bung Karno, jdlah umat Islam Indonesia, jg katolik, hindu, budha indonesia,

  4. Hanya orang terbelakang n gagal paham saja, bila tidak bisa bersikap toleran, dan terus menerus mengagungkan agamanya sebagai yg paling benar

  5. tapi yg muslim tetep tidak boleh ikut makan makanan yg disediakan panitia sebab yg diolah belum tentu halal…

  6. Perlu dicontohi oleh masyarakat luas….. Bahwa perbedaan keyakinan agama bukan menjadi permusuhan tetapi harus saling melengkapi dalam suatu lingkungan sosial….

  7. Karena adanya sikap toleransi yg dijunjung tinggi semua elemen masyarakat dimana pun mereka berada pasti akan merasa kehidupan menjadi aman nyaman dan tentram.

  8. Sungguh bahagia rasanya bila kita semua bisa saling menghagai dan menghormati. Mudah2an semuanya akan indah pada waktunya, dmana tdk ad lagi permusuhan atau saling menghujat. Karena setiap agama tentu saja mengajarkan ttg kebaikan ☺☺

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here