Angelo Wake Kako, Ketua Pengurus Pusat PMKRI

Katoliknews – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) akan melapor ke polisi penyelenggara simposium “Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain”. Pasalnya, logo organisasi mahasiswa itu terdapat dalam simposium yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (2/6).

Padahal menurut Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Angelo Wake Kako, PMKRI tidak terlibat dalam simposium itu.

“Kita akan melapor ke polisi atas pencatutan logo PMKRI ini,”ujar Angelo dalam keterangan pers,Rabu.

Angelo mengatakan PMKRI jelas mengakui Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. “Tapi kita tidak mau isu PKI ini dipakai untuk menggandeng ekstremis kanan atau kaum fundamnetalis agama berkembang,”ujar Angelo.

Angelo mengatakan ancaman bangsa Indonesia saat ini, justru bukan PKI, tetapi kaum fundamentalis agama yang tidak menghargai pluralisme bangsa Indonesia.

“PMKRI belum menemukan ancaman nyata PKI saat ini, ancaman nyata yang menyandera bangsa kita saat ini justru kaum ekstremis kanan atau fundamentalisme agama,”ujarnya.

Ia mengatakan penggunaan logo PMKRI dalam simposium itu tanpa sepengetahuan PMKRI. Angelo bahkan mengaku tidak tahu penyelenggara acara simposium itu.

Katoliknews

Komentar