Berpuasa

347
Ilustrasi (Foto: Hidupkatolik.com)

Renungan ini mengacu pada Bacaan Injil, Sabtu: 02 Juli 2016, Mat. 9:14-17

Mat 9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

Mat 9:15 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Mat 9:16 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

Mat 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

Renungan

Karena berdosa, umat Israel dibuang. Jika bertobat, Allah mengembalikan mereka. Mereka tidak akan hidup lagi sebagai orang buangan, tetapi sebagai orang yang memiliki tanah, kebun, anggur dan makanan buah yang lebat.

Salah satu cara bertobat adalah dengan berpuasa. Orang Yahudi berpuasa dua kali seminggu, yakni Senin dan Kamis. Semasa Yesus hidup, murid-Nya tidak berpuasa, karena Yesus, Sang Pengantin, sedang berada bersama mereka. Istilahnya, mereka sedang gembira dalam “pesta kawin”. Namun, sesudah Yesus wafat dan bangkit, para murid berpuasa.

Dalam berpuasa, bukan penampilan luar yang penting, tapi pertobatan batin. Karena itu, bukan hanya hari, jam atau jumlah makanan yang penting dalam berpuasa, tetapi mutunya. Yang utama bukan kuantitas, tetapi kualitas.

Sebelum komuni, Gereja tidak lagi mewajibkan kita berpuasa setelah jam 12 malam, tetapi wajib berpuasa 1 jam sebelumnya. Tujuannya, agar kita lapar dan hasu akan Yesus Kristus, kita rindu bertemu dengan-Nya. Tanpa persiapan batin, pertemuan kita dengan Yesus terasa hambar.

Mungkin selama ini kita kurang menyadari makna puasa bagi kita atau sudah tidak ada lagi tradisi berpuasa sama sekali. Dengan warta Injil hari ini hati kita digerakkan untuk meluruskan kembali pemahaman kita yang keliru dan coba mulai menghayati puasa dengan tekun dan benar.

Ya Tuhan, bantulah aku agar tidak serampangan saja menyambut komuni, tetapi mempersiapkan diri dengan baik , juga dengan berpuasa. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2016/Mirifica.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here