Para pembicara yang hadir dalam seminar yang digelar PMKAJ pada Miggu 26 Juni 2016. (Foto: dok. PMKAJ)

Katoliknews.com – Pada Minggu, 26 Juni 2016, para mahasiswa Katolik di Jakarta yang tergabung dalam Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta (PMKAJ) menggelar seminar yang membahas tentang arah dasar keuskupan.

Acara ini merupakan bagian dari kegiatan menyambut Temu Mahasiswa PMKAJ yang akan digelar pada September mendatang.

Seminar dengan tema “Muda dan Merdeka” itu digelar di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat dan dihadiri 100 peserta.

Seminar ini dibagi menjadi dua sesi yang saling berkaitan satu dengan yang lain.  Sesi pertama mengenai tema “Arah Dasar KAJ dan Pancasila sebagai Dasar Negara,” dengan pembicara penggagas PMKAJ, Romo Ignatius Ismartono SJ dan aktivis KAJ, Rafael Udik Yunianto.

Sesi kedua membahas mengenai “Implemetasi Pancasila dalam Kehidupan Mahasiswa Katolik” dengan pembicara dosen Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Surya Tjandra dan pengamat politik, Yuniarto Wijaya.

Romo Ismartono menekankan bahwa Pancasila seharusnya menjadi motivasi untuk menggerakkan komunitas mahasiswa agar terwujud kaum muda yang bercirikan Pancasila.

Ia juga berpesan agar kaum muda lebih peka terhadap keadaaan negara dan memperjuangkan keadilan bagi kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.

Sementara itu, Rafael Udik Yunianto menekankan agar kaum menyebarkan nilai-nilai Pancasila kepada orang lain.

Menurutnya, sebagai keuskupan pertama yang memasukkan Pancasila sebagai arah dasar, KAJ mengharapkan Gereja dapat berubah dari eksklusif menjadi inklusif.

Surya Tjandra yang berbicara dalam sesi kedua menjelaskan, dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila tentu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan tetap mengindahkan kaidah-kaidah yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, Yuniarto Wijaya menegaskan, hal yang terpenting adalah bukan lagi membahas isi Pancasila, tetapi aksi nyata kita di lingkungan masyarakat.

“Kita perlu memiliki sikap toleransi kepada sesama kita. Cara pandang kita terhadap suatu masalah bukan dari satu sisi saja, tetapi melihatnya dari beragam akspek,” katanya.

“Ketika seseorang atau pun komunitas hingga suatu negara mengalami musibah perlu pula sikap simpati, meski dalam bentuk tulisan, dan ucapan melalui medsos,” tambahnya.

PMKAJ merupakan pelayanan pastoral yang dinaungi dan dihidupi oleh mahasiswa Katolik di KAJ.

Organisasi ini terdiri dari berbagai unit, yaitu unit tengah, unit barat, timur, selatan dan Pastoran Unika Atmajaya Jakarta.

Edy/Katoliknews

Komentar