Gua Maria Giri Wening (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Izin Mendikan Bangunan (IMB) dari Gua Maria Giri Wening di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta digugat oleh kelompok Muslim, di mana sidang perdananya digelar pada Kamis kemarin, 14 Juli 206.

Salah satu pengurus Gereja di Giri Wening, Cahyo Binuko mengatakan, penggugat yang berasal dari kelompok Islam, mengadukan masalah ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta. Kata Cahyo, yang menjadi tuntutan pembatalan IMB itu adalah karena cacat hukum dan data yang tidak lengkap.

IMB sudah diterbitkan oleh Bupati Gunung Kidul pada 25 Februari 2016.

Cahyo berujar, ia telah mengurus IMB Gua Maria selama 6 tahun sejak tahun 2010, dan demo penolakan taman berdoa yang berdiri di tanahnya itu mulai terjadi pada tahun 2011.

“Saya harus wira wiri tiap hari untuk urus itu, sampai proposal, persyaratan saya harus ganti sampai sembilan kali, saya turuti sampai akhirnya berhasil 25 Februari 2016 itu,” katanya seperti dilansir KBR.

“Ya ini sementara berhenti (pembangunannya-red), nunggu hasil dari PTUN,” lengkapnya.

Menurut Cahyo, gua Maria Giri Wening selama ini dikunjungi setidaknya sepuluh orang jemaat paroki setempat untuk berdoa per harinya. Situs doa itu juga terbuka untuk pengunjung di luar paroki. Namun Cahyo mengaku, angka tersebut telah berkurang setelah mendapat beberapa demo penolakan.

Sejak lama, oleh kelompok-kelompok Islam radikal menuduh Gua Maria Giri Wening yang juga menjadi salah satu tempat wisata rohani sebagai salah satu media “Kristenisasi”.

Sebelumnya Tabloid ‘Media Umat’ milik kelompok HTI menulis sebuah artikel provokatif menentang keberadaan Gua Maria tersebut dengan menulis artikel berjudul “Kristenisasi Berkedok Tempat Wisata” yang dimuat dalam tabloid Media Umat Edisi 20 April – 3 Mei 2012, halaman 14. Tabliq akbar di Sengon Kerep, dekat Gua Maria yang diikuti sekitar 800 sampai 1.000 massa dari Klaten, Solo dan DI Yogyakarta.

Kecurigaan tempat ibadah Gua Maria yang dinilai kelompok radikal Islam sebagai Kristenisasi sudah sering kali terjadi di sejumlah tempat. Sebelumnya pada April tahun 2010 Gua Maria di Desa Jati Mulya, Rangkas Bitung, Lebak, Banten diganggu warga dari daerah sekitar gua.

Sejumlah gangguan juga sering dialami tempat-tempat ibadah Gua Maria. Pada bulan November 2010 ditemukan sebuah bom rakitan di Gua Maria di Prambanan, Klaten, DIY.

Selain itu, 14 Desember 2011 lalu, pada tengah malam Gua Maria Sendang Pawitra di Dukuh Sendang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah juga dirusak orang tak dikenal. Kepala patung Bunda Maria hilang dan patung-patung malaikat dan tempat air suci dirusak dan salib kayu juga hilang.

Edy/Katoliknews

Komentar