Romo Franz Magnis-Suseno SJ

Katoliknews.com – Pastor Magnis Suseno mengomentari insiden truk kargo yang menabrak kerumunan massa yang tengah merayakan Bastille Day di kota Nice, Prancis, Kamis 14 Juli lalu.

Sebagaimana dilansir Antara pada Jumat 15 Juli lalu, Pastor Magnis mengatakan, kejadian naas yang diduga didalangi oleh kelompok ISIS tersebut merupakan bagian dari konsep masyarakat canggih yang mudah terluka.

“Luka itu memicu kekerasan demi kekerasan di berbagai belahan dunia, sebagaimana terjadi di Indonesia, Amerika Serikat, dan Prancis,” kata Pastor Magnis.

“Pelampiasan kemarahan itu sudah menjadi semacam wabah. Sakit hati sedikit saja bisa membuat orang terluka,” lanjut, Imam yang bergelar doktor kehormatan di bidang teologi dari Universitas Luzern, Swiss ini.

Ia menjelaskan, potensi kekerasan itu bakal bertambah jika tidak ada nilai-nilai kemanusiaan dalam keluarga. Jika demikian, lanjut Pastor Magnis, bibit-bibit ekstremisme akan terus tercipta.

“Manusia akan merasa kosong. Saya kira ini kecenderungan yang kita hadapi di tengah-tengah modernitas,” Ujar Pastor Magnis.

Terkait kejadian naas ini, Pastor yang dikenal sebagai budayawan ini meyakini bahwa kekerasan tersebut tidak lama lagi bakal terjadi di Indonesia.

Oleh karena itu, ia menghimbau agar segenap aparat di tanah air mesti selalu siap siaga.

Roby Sukur/Katoliknews

Komentar