Jemaah shalat Jumat berjalan keluar Masjid Yahya di Saint-Etienne-du-Rouvray, Normandy, Perancis, Jumat, 29 Juli 2016. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Warga Muslim di Perancis menunjukkan solidaritas dengan umat Katolik pasca terbunuhnya seorang pastor tua oleh dua remaja yang mengaku sebagai anggota kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suria (ISIS).

Pastor Jacques Hamel yang berusia 85 tahun dibunuh pada Selasa lalu, 26 Juli, ketika ia sedang memimpin Misa pagi  di sebuah gereja di dekat kota Rouen, wilayah utara Perancis.

Usai sholat pada Jumat, 29 Juli 2016 di sebuah masjid di Saint-Etienne-du-Rouvray, Normandy, umat Muslim memilih mengunjungi umat Katolik.

Salah satu pemuka agam Muslim setempat, Abdelatif Hmitou,  mengeluarkan kecaman keras atas aksi teror di gereja, yang mengatasnamakan Islam.

BACA JUGA: Amaq: ISIS Membunuh Seorang Pastor di Prancis

“Kalian hidup di peradaban yang salah, karena kalian bukan bagian dari peradaban. Kalian memiliki kemanusiaan yang salah, karena kalian bukan bagian dari kemanusiaan,” seru Hmitou yang ditujukan kepada para teroris.

“Kalian menjalankan ide yang salah tetang Islam, dan kami tak akan memaafkan kalian,” seru dia seperti dikutip dari Associated Press.

“Apakah pernah terpikir oleh kalian bahwa kalian menyakiti orang-orang yang telah membantu kita umat Islam untuk bisa beribadah di kota ini?” kata Hmitou lagi.

Hmitou mengeluarkan seruan itu mengacu pada sejarah bahwa Gereja Sainte Therese yang berdekatan dengan masjid di barat laut Kota Saint-Etienne-du-Rouvray, pernah membantu umat Muslim di sana agar bisa membanguan sebuah rumah ibadah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembunuhan Pastor hamel telah menggemparkan Perancis. Kejadian itu pun mengundang keprihatinan di antara lima juta warga Muslim yang berada di Perancis.

Sama dengan serangan di Kota Nice yang merenggut 84 nyawa pada 14 Juli lalu, teror di Normandy pun diklaim oleh ISIS sebagai perbuatan mereka.

Edy/Katoliknews

Komentar