Kamilus Elu, salah satu staf ahli Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. (Foto: Stefan/Katoliknews)

Katoliknews.com –  Kecemerlangan karir politik Basuki Tjahja Purnama atau Ahok tidak lapis dari kontribusi sejumlah orang di sekelilingnya.

Salah satu yang patut disebut adalah Kamillus Elu, pria kelahiran Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Yogyakarta itu adalah orang yang berperan membantu Ahok untuk urusan hukum.

Ketika ditemui Katoliknews.com  di Kompleks Perkantoran DKI Jakarta baru-baru ini, ia mengatakan, dirinya direkrut Ahok sejak mantan Bupati Belitung Timur itu menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar pada 2009.

“Saya merasa seperti mukjizat bahwa saya dipercayakan Pak Ahok sebagai staf ahlinya,” ujar Kamillus.

Di Balai Kota, ia sehari-hari menangani pengaduan masyarakat.

“Gubernur Ahok menugasi saya untuk mendengarkan dan mencatat pengaduan masyarakat. Jika masyarakat ingin diadvokasi, maka kami siap membantu,” katanya.

“Mereka yang datang adalah dari berbagai lapisan masyarakat. Ada juga orang miskin. Ada yang ingin mendapat unit di rumah susun,” lanjutnya.

Ia mengatakan, selain dirinya, Ahok juga mempunyai staf lain, yakni Sunny Taniwidjaja, yang sekarang sedang terlibat kasus dugaan suap dan menjadi sorotan media.

“Ahok tidak mempunyai staf ahli bidang komunikasi. Hanya ada bidang politik yang digawangi Sunny dan saya mengkoordinir di bidang hukum dan pengaduan masyarakat,” jelas Kamillus.

Ia menjelaskan, dirinya dan Sunny tidak mendapat gaji dari dana APBD DKI.

Ia, katanya, mendapat gaji dari kantong Ahok, sedangkan Sunny mendapat gaji dari kantor lain, tempat Sunny bekerja.

“Maka jam kerja kami pun lebih banyak ketimbang PNS lainnya. PNS bisa pulang kerja jam 16.00, sedangkan kami bisa lebih dari itu,” imbuhnya.

Walaupun begitu, ia mengaku bangga menjadi bagian Ahok karena bisa bekerja dalam sistem yang terbuka dan diajarkan untuk selalu jujur.

Stefan/Katoliknews

Komentar