Honing Sani. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Alur kehidupan seseorang ibarat roda yang berputar. Kadang berada di puncak, namun juga ada saatnya berada di titik terendah. Atau, memimjam bahasa Kitab Pengkotbah, segala sesuatu ada masanya.

Honing Sanny, seorang politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) boleh dibilang, sedang berada di titik terendah itu, pasca beberapa waktu lalu ia menerima keputusan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk berhenti dari jabatannya sebagai anggota DPR RI.

Saat berbincang-bincang dengan Katoliknews.com, politisi beragama Katolik ini mengatakan, kini ia memilih menarik diri sejenak dari kesibukan politik.

“Pekan-pekan berikut baru saya menyusun lagi langkah politik saya,” ujarnya, Senin, 8 Agustus 2016.

“Sebagai umat Katolik, saya memaknai hal ini sebagai kesempatan untuk retret,” lanjutnya.

Ia mengatakan, sebagai seorang politisi, pengalaman kematian karir politik itu wajar. Namun, hal itu, jelasnya, tidak akan mematahkan semangatnya untuk berpolitik.

“Dalam politik, kematian berkali-kali itu biasa. Tetapi dalam iman, akan ada saatnya untuk bangkit lagi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, saat ini dirinya masih akan meneruskan gerakan politik yang ia namai “#NTT Bersih.”

“NTT Bersih harus menjadi rumusan bersama. Oleh karena itu saya tetap menjajaki komunikasi politik dengan beberapa partai,” ujarnya memberi sinyal adanya kemungkinan maju dalam pemilihan gubernur NTT 2018 mendatang.

“Pada intinya, karir politik boleh mati, tetapi iman tidak boleh redup,” pungkasnya.

Stefan/Katoliknews

Komentar