Tim promosi untuk pembangunan Taman Borobudur (Borobudur Garden) dan Taman Rempah-rempah (Spice Garden) di Musium Etnologi Vatikan bertemu dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), di Jakarta, Senin, 8 Agustus 2016. (Foto: dok.)

Katoliknews.com – Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ikut bangga dengan rencana pendirian Taman Rempah-rempah (Spice Garden) dan Taman Borobudur (Borobudur Garden) di Museum Etnologi Vatikan, Italia.

Hal itu disampaikan Ketua Presidium KWI, Mgr Ignatius Suharyo saat bertemu dengan tim promosi kedua taman itu di Jakarta, Senin 8 Agustus 2016.

Dalam pertemuan itu, tim promosi yang dipimpin oleh Kartini Pandjaitan Sjahrir bertemu dengan Mgr Suharyo yang didampingi Sekretaris Eksekutif KWI, Romo Eddy Purwanto.

Anggota tim promosi yang hadir antara lain Purnomo Yusgiantoro, AM Putut Prabantoro, Nia Niscaya  dari Kementerian Pariwisata, Suparman Sirait dari Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Pratjojo Sajogjo, Eddie Ahadiah Latief, Parisianti Pradipto dan Pudjo Sambodo.

Kartini menjelaskan, proyek promosi telah dilakukan sejak lima tahun lalu, diawali dengan penandatanganan MOU antara pemerintah Indonesia dan Vatikan.

“Pada sore hari ini saya merasa bahagia karena pertemuan ini mendorong kami untuk terus melanjutkan pekerjaan. Ini merupakan pekerjaan yang membanggakan karena sebagai negara Islam terbesar di dunia, Indonesia mendapat tempat khusus di Vatikan,” ujarnya.

Sementara itu, Mgr Suharyo mengungkapkan kekagumannya atas apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Sebagai warga negara, ia mengaku merasa bangga karena Indonesia mendapat tempat di Vatikan.

Pembangunan kedua taman itu menurut Suharyo cukup penting dalam konteks hubungan yang sudah lama terjalin antara Indonesia dan Vatikan.

Vatikan, kata dia, adalah negara kedua yang mengakui kemerdekaan Indonesia menyusul Mesir.

Menurut rencana, peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan pada awal Oktober 2016.

Dan tim promosi Indonesia berharap, Presiden Joko Widodo berkenan hadir dalam acara itu.

Edy/Katoliknews

Komentar