Umat Katolik suku Batak yang ada di Gereja Katolik Yohanes Penginjil Blok B, Jakarta Selatan menggelar perayaan ekaristi inkulturasi budaya Batak pada misa, Minggu 6 Agustus 2016

Katoliknews – Umat Katolik Suku Batak yang ada di Gereja Katolik Yohanes Penginjil Blok B, Jakarta Selatan menggelar Misa inkulturasi budaya Batak pada Minggu, 6 Agustus 2016 lalu.

Dalam balutan pakaian khas Batak, Misa berlangsung hikmat dan meriah.

Misa itu dipimpin oleh Uskup Emeritus, Mgr. Pius Batubara OFMCap dan didampingi oleh beberapa imam yaitu Pastor Mateus Batubara OFM, Pastor Lucius Tumenggor SVD dan Pastor Mikael Irwan Susiananta Tampubolon SJ.

Ketua Panitia Misa Inkulturasi, Hoposan Paulus Batubara mengatakan, acara itu merupakan bagian dari upaya memberi warna budaya dalam penghayatan iman Katolik.

“Ada kerinduan dari umat yang berasal dari daerah dalam hal ini Sumatera Utara untuk merayakan Ekaristi dalam nuansa budaya asal mereka,” katanya.

“Dan ini adalah juga perwujudan toleransi budaya dan agama yang baik, di mana kita diajak untuk menghargai perbedaan dalam keberagaman kita baik sebagai umat dan sebagai bangsa,” lanjutnya,

Haposan Batubara yang adalah juga pengurus Ikatan Keluarga Katolik Sumatera Utara (IKKSU) di DKI Jakarta ini menambahkan, Misa inkulturasi Batak ini juga menjadi ajang silaturahmi antarumat, bukan saja dari Sumatera Utara tetapi juga semua umat.

“Makanya, yang hadir juga dari paroki-paroki lain, tidak hanya dari Blok B. Dan, semoga tradisi baik seperti ini bisa dilanjutkan di kemudian hari,” sambung Haposan.

Menurut Wakil Ketua Umum Vox Point Indonesia (VPI) ini, Misa inkulturasi ini juga menjadi suatu kesempatan yang istimewa karena dipimpin langsung oleh Mgr Batubara yang adalah sebagai imam dan uskup pertama dari Suku Batak.

Dalam kotbahnya, Uskup Batubara mengatakan, Misa inkulturasi ini merupakan tanda kesatuan sebagaimana yang diserukan oleh Yesus Kristus.

“Penting bagi kita untuk saling iring-mengiringi dan bersatu sebagaimana dikehendaki Yesus, agar kita saling bersatu. Kita kuat karena ada kesatuan dalam Gereja,” seru Batubara.

Usai Misa, acara dilanjutkan dengan Mangulosi atau tradisi memberikan Ulos kepada para donatur dan beberapa tamu penting.

Ikut hadir dalam acara ini adalah Dirjen Bimas Katolik RI Eusebius Binsasi dan beberapa tokoh nasional asal Sumatera Utara.

Peter/Katoliknews

Komentar