Murid SMA Katolik St Louis I Kembali Raih Medali Emas

468
Ilustrasi

Katoliknews.com – Tiga murid SMA Katolik St Louis I, Surabaya, Jawa Timur berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Standardisasi Internasional di Korea Selatan yang berlangsung pada 4-5  2016 Agustus lalu.

Sebagaimana dilansir Jpnn.com, ini untuk yang ketiga kalinya sekolah itu meraih medali emas di Korsel.

Billy, ketua tim SMAK St Louis I mengungkapkan jalan yang mereka tempuh untuk kembali meraih medali tidaklah mudah. Banyak cara dan latihan yang mereka lakukan di sekolah.

“Di sekolah dibentuk klub science. Ada jurusan Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, dan lainnya. Klub science ini melatih siswa untuk selalu kreatif dan berinovasi,” katanya.

Ia menceritakan, dalam Olimpiade, kemampuan siswa yang paling diuji adalah Fisika dan Matematika.

Dan, tim SMAK St Louis I Surabaya kombinasinya lengkap.

“Beruntung, kombinasi kami lengkap. Agatha punya kemampuan besar dalam bahasa Inggris, Leonardo dibidang Fisika, dan saya sendiri di bidang Matematika,” kata Billy.

Rekan Billy, Leonardo berkomentar, meski tingkat kesulitan cukup tinggi, namun tim mereka bisa menyelesaikan tugas dengan sempurna hingga diganjar medali emas.

“Dalam lomba membuat prototipe drone yang bisa meng‎angkat barang, paling banyak menggunakan ilmu Fisika. Jadi saya tidak terlalu kesulitan,” kata Leonardo, sang jawara Olimpiade Science Nasional (OSN) Fisika 2016 ini.

Dengan kemenangan ini, Billy, Agatha, dan Leonardo kembali mengharumkan nama SMAK St. Louis I dan juga nama Indonesia di mata Internasional.

Namun, ketiganya mengaku belum puas dengan apa yang telah mereka raih. Ketiganya ingin terus menggali ilmu eksakta di luar negeri.

Billy dan Leonardo akan memperdalam ilmu teknik mesin di Singapura, sedangkan Agatha lebih ke ilmu akuntansi dan bisnis.

“Saya mau lanjutin studi di Amerika. Ilmu aktuaria, akunt‎asi dan bisnis di sana sangat bagus,” kata Agatha.

Meski akan melanjutkan studi di luar negeri, mereka berjanji akan tetap kembali ke Indonesia dan membangun bumi pertiwi.

“Kami tidak akan lupa Tanah Air. Tahun ini sampai empat tahun ke depan kami studi di luar negeri, tapi kami pasti kembali,” ujar Billy, yang juga pernah menjadi jawara OSN Matematika  tingkat SMP.

Yohanes Trisno/Katoliknews

Komentar