Suasana dialog tokoh agama di aula Masjid Al Aqsa, Klaten. (Foto: Laurentius Sukamta)

Katoliknews – Kebenaran agama adalah kebenaran iman yang tidak bisa diverifikasi. Karena itu, semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan perlu menumbuhkembangkan sikap saling menghargai dan membangun toleransi di antara mereka.

Ajakan ini disampaikan Dosen Antropologi Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ahmad Salehudin dalam dialog antartokoh agama Kabupaten Klaten di Aula Masjid Agung Al Aqsa, Selasa, 9 Agustus 2016.

Dalam makalahnya bertajuk “Beragama Dalam Bingkai NKRI, Kesalehan Konstitusional: Membangun Jembatan Antara Kesalehan Invidual dan Sosial”, Salehudin mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari, kadang ada pemeluk agama yang melakukan keber-agama-annya dengan terlalu “bersemangat,” sehingga menimbulkan “ketersinggungan” dengan pihak atau kepentingan lain.

“Maka diperlukan kesalehan konstitusional untuk mencapai kesalehan beragama,” katanya.

“Karena itu harus ada regulasi yang jelas dan tegas dari negara yang mengatur tentang hal itu. Maka keberadaan FKUB menjadi penting, dan negara harus hadir,” lanjutnya.

Dalam tanya jawab, peserta dialog mengutarakan perlunya membangun sikap tepa selira dan ngemong rasa di antara warga. Juga perlunya menjaga tradisi dan budaya masyarakat yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Kegiatan dialog antar tokoh agama ini diadakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (KKUB) Kabupaten Klaten.

Dialog ini menampilkan dua narasumber yaitu Ahmad Salehudin dan KH Dian Nafi, dosen dan sekaligus pengasuh pondok pesantren di Solo.

Kontributor Laurentius Sukamta/Katoliknews

Komentar