Foto pada 25 Juli 2015 memperlihatkan situasi porak poranda akibat perang di Aleppo, Suriah. (Foto: Catholicherald.co.uk)

Katoliknews.com – Para suster Ordo Saudara-Saudara Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel memilih tetap bertahan di biara mereka di Aleppo, Suriah, meski nyawa menjadi taruhannya.

Seperti diketahui Suriah saat ini sedang dilanda perang saudara. Setiap hari pasukan Pemerintah Suriah terus melakukan kontak senjata dengan para pemberontak yang hendak menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar Assad.

Sebagaimana dilansir Catholicherald.co.uk, aksi berani dari para suster ini didorong oleh belas kasihan kepada masyarakat setempat.

“Bagaimana kami bisa meninggalkan orang-orang ini dalam penderitaan mereka? Kehadiran kami penting bagi mereka. Kekuatan dan keberanian adalah doa,” ujar Suster Anne-Françoise, dari Aleppo’s Discalced Carmelite Sisters.

Ia menambahkan, “Ketika tentara Suriah mencoba untuk mencegah kelompok pemberontak dan kelompok-kelompok lainnya masuk ke dalam kota, pemboman dan penembakan begitu dekat dengan kami.”

Selama perang saudara pecah di Suriah, populasi umat Katolik dilaporkan terus mengalami penurunan.

Dari 160.000 orang kini diperkirakan hanya tersisa berjumlah 40.000.

Fenomena itu menjadi perhatian khusus para Suster Carmetlite. Mereka tak henti-hentinnya berdoa agar peperangan segera berakhir dan Suriah kembali menatap masa depan.

“Timur Tengah, tanah Kristus, sekarang beresiko menjadi tidak ada orang Kristen. Ini adalah sesuatu yang tak terbayangkan dan situasinya benar-benar mengerikan.” kata Suster Anne-Françoise.

Wili Putra/Katoliknews

Komentar