Romo Rikardus Selan OFM sedang mengurapi kepala para anggota OMK Paroki St Paskalis dengan abu, sebagai simbol pertobatan ekologis. (Foto: Frater Charles Talu OFM)

Katoliknews.com – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menggelar kegiatan rohani pada akhir pekan lalu, yang bertujuan membangkitkan kesadaran terkait kepedulian terhadap alam.

Kegiatan bertajuk “Kelapa Muda: Kembali ke Alam Bersama Pemuda” itu diadakan di Pulau Karya, Kepulauan Seribu pada Sabtu – Minggu, 13-14 Agustus 2016.

“Selain membangun kekompakan di antara OMK, kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan teman-teman akan pentingnya peran orang muda dalam menjaga dan merawat bumi, rumah bersama ini,” ungkap Vivi, ketua panitia.

Dalam acara ini, para OMK didampingi oleh dua fransiskan, Romo Rikardus Selan OFM dan Frater Charles Talu OFM.

Saata memamparkan materi, Fr Charles mengajak OMK agar senantiasa menyadari jati diri mereka.

“Kita mesti selalu menyadari, mengapa kita disebut Katolik? Kekhasan kita ada dalam Doa Aku Percaya, yang menjadi pokok-pokok iman kita,” katanya.

Ia menjelaskan, pokok yang paling pertama dari doa itu adalah, percaya akan Allah yang menciptakan langit dan bumi, sebagaimana ada dalam Kitab Kejadian, di mana disebutkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya.

“Konsekuensi dari keyakinan ini adalah melanjutkan karya penciptaan Allah. Orang muda adalah mitra Allah dalam karya penciptaan dengan cara menjaga dan merawat ibu bumi ini,” kata Charles.

Hal ini kemudian ditegaskan oleh Rm. Richard, OFM dalam kotbahnya saat Misa.

“Untuk berkarya bersama Allah dibutuhkan kepedulian. Melalui sikap peduli, orang muda mampu melawan keserakahan yang menjadi ciri paling nyata dari budaya konsumtif dewasa ini.”

Kepedulian, lanjutnya, menjadi kunci utama untuk mengubah gaya hidup konsumtif yang punya andil paling besar dalam kehancuran ibu bumi.

Dalam perayaan ekaristi, selain mengikrarkan janji untuk merawat ibu bumi, OMK juga menerima abu pertobatan ekologis.

Melalui simbol ini, mereka diajak untuk merenungkan dosa-dosa ekologis yang mungkin secara tidak sadar telah dibuat.

Setelahnya, para OMK membangun niat untuk memulai pertobatan dengan cara mengambil inisiatif masing-masing tentang bagaimana menunjukkan rasa cinta terhadap alam.

Edy/Katoliknews

Komentar