Kardinal Marx Menghadapi Gugatan atas Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

by
Kardinal Reinhard Marx

Katoliknews.com – Sejumlah media di Jerman telah melayangkan gugatan terhadap Kardinal Reinhard Marx, pemimpin gereja di Munich dan Freising  yang dianggap tidak memberikan sanksi kepada seorang pastur yang pada tahun 2006 telah dituduh melakukan pelecehan seksual.

Sebagaimana diberitakan EWTN News, Jumat (19/8), pelaku pelecehan tersebut, seperti yang terjadi selama ini, tetap tinggal di pastoran beberapa tahun belakangan, bahkan ia diperkenankan mendampingi darmawisata remaja.

Jurubicara Kardinal Marx telah mengatakan bahwa para petinggi gereja telah mengambil tindakan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kantor Berita Saarland, SR melaporkan bahwa Kardinal Marx, yang ketika itu menjadi uskup Trier, mengetahui bahwa pihak-pihak yang berwajib telah menyelidiki seorang pastur paroki yang berinisial M, atas dugaan melecehkan seorang anak berusia 15 tahun.

Mengutip penasihat hukum korban, SR melaporkan bahwa M yang ketika itu berusia 52 tahun telah mengakui sebagian perbuatannya kepada pihak berwajib. Namun, ia tampak telah menghindari sejumlah tuntutan karena kejahatan yang dituduhkan terjadi di luar ketentuan dalam Undang-Undang Pembatasan.

Pihak gereja telah memperoleh informasi mengenai kasus ini dari aparat hukum namun tidak pernah meminta data kasus, demikian dilaporkan.

SR melaporkan bahwa ketika hal ini ditanyakan oleh para imam diosesan, M mengelak tuduhan itu,  dan kemudian Yang Mulia Marx menutup kasus ini dan bertindak seolah tak terjadi apa-apa.

Menurut majalah berita Jerman, Focus, otoriitas-otoritas kenegaraan melakukan penyelidikan lanjutan terhadap tindakan pastur tersebut pada 2013 dan 2015. Pada kedua tahun ini, penyelidikan ditunda dan pada akhirnya ditutup akibat kurangnya bukti.

Majalah Focus melaporkan  bahwa hanya pada bulan Mei 2015, terduga pelaku tidak lagi diizinkan berinteraksi dengan anak-anak atau merayakan misa di depan umat ketika aparat sipil dan dioses kembali menyelidiki hal ini di  bawah ketentuan legal dan kanonik.

Kardinal Marx, yang menjabat uskup Trier dari 2001 hingga 2007, belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait gugatan yang dilayangkan kepadanya.

Jurubicara diosesan sekaligus Kardinal Marx telah mengonfirmasi bahwa  beliau baru mengetahui hal ini pada 2006.

Namun, jurubicara pribadi Kardinal Marx menekankan bahwa beliau telah bertindak sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Konferensi para Uskup Jerman. Ketentuan-ketentuan ini  telah diamandemen pada 2010 dan 2013.

Jurubicara mengatakan, hal tersebut akan disepakati di kesempatan yang berbeda pada hari ini; namun gereja akan tetap melaksanakan penyelidikan sendiri.

“Para uskup di Jerman telah bertindak  menangani kasus yang sulit dan menyedihkan ini dan akan memperkenalkan pedoman-pedoman baru yang berlaku untuk semua dioses,”katanya.

Kardinal Marx juga menjadi presiden Konferensi Uskup Jerman, anggota Dewan Penasihat Kepausan yang menasihati Paus Fransiskus untuk mereformasi Gereja Katolik Roma dan koordinator Dewan Vatikan untuk masalah ekonomi.

Yohanes Trisno/Katoliknews