Romo Rantinus Manalu Pr. (Foto: Keuskupansibolga.com)

Katoliknews – Pasangan bakal calon bupati Romo Rantinus Manalu Pr dan Ustad Sodikin Lubis sudah resmi menyerahkan syarat dukungan sebagai calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat pada 10 Agustus 2016 lalu.

Saat ke KPUD, pasangan fenomenal ini, membawa 23.746 foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bentuk dukungan dari masyarakat.

Jumlah ini sudah melampaui syarat minimal KTP yang ditetapkan sesuai undang-undang Pemilukada untuk pasangan dari jalur perseorangan, yaitu 21.900 foto copy KTP.

“Waktu itu, ada perubahan peraturan dari KPU, sebelumnya kita sudah menyediakan sekitar 30.000 (dukungan). Tapi mereka (KPU) bilang KK (kartu kelurga) tidak ikut, (padahal) banyak sekali masyarkat yang tidak memiliki KTP (dan menggunakan KK sebagai bentuk dukungan),” kata Romo Rantinus kepada Katoliknews.com, Senin 22 Agustus 2016.

“Akhirnya, jumlahnya (yang dibawa ke KPU) 23.746,” lanjutnya.

Romo Rantinus mengatakan, saat ini KPUD setempat sudah melakukan verifikasi administrasi atas berkas dukungan yang mereka bawa.

Semuanya, kata dia, dinyatakan lengkap.

“Mulai hari Rabu (pekan ini) verifikasi faktual,” ujarnya.

Terkait suspensi dari Usukup Keuskupan Sibolga, dimana Romo Rantinus berkarya, ia mengatakan hingga kini uskup belum mengeluarkannya. Tetapi ia enggan berbicara terkait suspensi itu.

“Mereka saja (Keuskupan) yang menjawab, kapan dikeluarkannya,” ujarnya.

Berdasarkan Kitab Hukum Kanonik, seseorang yang telah ditahbiskan menjadi imam (klerikus) dilarang menduduk jabatan publik yang memiliki kuasa sipil.

Terkait hal itu, Uskup Keuskupan Sibolga dalam surat resminya pada 25 Juni 2016 menyatakan tidak memberi izin kepada Romo Rantinus Manalu Pr untuk menjadi calon bupati Tapanuli Tengah.

Sebelumnya, Romo Rantinus mengatakan, meski maju sebagai calon bupati, status imamatnya tidak hilang.

Tetapi, kata dia, uskup akan mengeluarkan surat suspensi untuk menghentikan atau menggantung tugas-tugas terkait pastoral gereja untuk sementara.

“Jadi, diberhentikan dari tugas, tetapi bukan (diberhentikan) sebagai imam,” ujarnya dalam wawancara dengan Katoliknews.com pada 30 Juni 2016 lalu.

Peter/Katoliknews

Komentar