Dialog lintas Agama di Yogyakarta.

Katoliknews.com – Belakangan ini marak sekali terjadi kasus intoleransi di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski begitu kejadian-kejadian tersebut tak menghilangkan labelnya sebagai barometer toleransi tanah air.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LKK PWNU Jawa Timur, Zahrul Azhar As’ad dalam acara kunjungan Forum Pengasuh Pesantren Muda Jawa Timur (FK2M Jatim) ke Komunitas GUSDURian di DIY, pada Kamis 18 Agustus 2016 lalu.

Sebagaimana dilansir Harianjogja.com, pada Minggu 21 Agustus, kegiatan yang bertema “Bersama dalam Keberagaman untuk Membangun Bangsa” itu turut dihadiri oleh sejumlah pemuka agama.

Zahrul mengatakan, kunjungan itu bertujuan menjalin silaturahmi dan membangun tali persaudaraan yang kokoh antara umat beragama.

Ia juga menepis anggapan bahwa kegiatan tersebut untuk mencampur adukan pikiran antar agama atau agamaisasi. Justru, kata dia, hal itu bertujuan memantapkan dan meyakini bahwa semua perbedaan yang ada tidak harus menjadi pemicu perpecahan.

“Justru perbedaan ini harus kita sikapi untuk kedamaian bagi kita semua,” kata Zahrul saat berdialog di Forest Kitchen dan Gelato, Sleman, DIY.

Lebih lanjut ia mengatakan, DIY sudah sangat terkenal sebagai kota yang sangat toleransi.

“Hanya di Jogja harus lebih sering mengadakan dialog-dialog seperti ini, bisa sebagai timbal balik dari sini saya akan membawa ilmu untuk umat di Jawa timur, sebaliknya masyarakat jogja juga bisa mengambil contoh dari masyarakat di Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari tokoh Gereja, Pendeta Indriyanto Adiatmo mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Yogyakarta agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengacaukan toleransi beragama.

“Kalau umat beragama di DIY sangat bertoleransi, maka sikap kelompok kecil yang mencoba mengoyak kedamaian di wilayah ini akan tidak ada artinya. Hal yang bersifat provokasi tersebut harus bisa diredam agar terciptanya Jogja yang bertoleransi,” ujarnya.

Wili Putra/Katoliknews

Komentar