Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi dan Pastor Lorens Sopang saat peresmian Seminari labuan Bajo, Kamis (25/8/2016). (Sumber: Bimaskatolik.kemenag.go.id)

Katoliknews.com – Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi pada hari ini, Kamis 25 Agustus meresmikan Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Dengan peresmian ini, SMAK Seminari Labuan Bajo bakal menjadi sekolah binaan DITJENBIMAS Katolik, Kementerian Agama Republik Indonesia, bersama 24 sekolah Katolik lainnya.

Sebagaimana dilansir Bimaskatolik.kemenag.go.id, acara peresmian ini diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Ruteng, Mgr Hubert Leteng Pr.

Setelah itu dilanjutkan dengan acara serah terima SK Izin Operasional kepada tiga SMAK yang berada di wilayah NTT, yakni SMAK Seminari St Yohanes Paulus II Labuan Bajo, SMAK St Carolus Riung, dan SMAK St Peregrinus Laziosi Manggarai Timur.

Uskup Hubert mengatakan bahwa ia berharap kerjasama ini dapat menjadikan Sekolah Menengah Agama Katolik sebagai pionir bagi sekolah-sekolah lain dengan selalu menjaga kualitas.

Sementara itu, Praeses Seminari Labuan Bajo, Pastor Laurens Sopang Pr, mengatakan keputusan bergabungnya SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II dengan Kementerian Agama adalah berkat campur tangan Tuhan.

“Kami merasa ini adalah mukjizat besar. Kami berjuang sekuat tenaga dan Tuhan merestui perjuangan kami melalui perhatian DITJENBIMAS Katolik Kementerian Agama yang ditandai dengan SK Izin Operasional yang kami terima hari ini,” Kata Pastor Laurens.

Ia melanjutkan, SMAK ini juga bakal terus menerima pelajar putri untuk dididik seperti cara mendidik calon Imam.

“Dari kader-kader Gereja Katolik ini, kami pastikan akan menghasilkan generasi muda yang seratus persen Katolik dan seratus persen Indonesia,” ujarnya.

“Selain itu bisa menghasilkan generasi 5S: Sanctitas (kekudusan), Sanitas (kesehatan), Scientia (ilmu pengetahuan), Sapientia (kebijaksanaan), Solidaritas (persaudaraan),” lanjutnya.

Lebih lanjut, Eusabius mengatakan bahwa ia memaknai peristiwa ini dalam tiga hal penting, yakni  menandakan bahwa umat Katolik setia pada amanat UUD 1945 untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat,  menandakan umat Katolik punya komitmen kuat untuk meningkatkan pendidikan keagamaan Katolik.

Kemudian, lanjut dia, menandakan bahwa umat Katolik tanggap terhadap apa yang menjadi kerinduan Gereja Katolik yakni menyiapkan generasi yang handal.

“Kita tidak hanya mantap dalam semangat, tetapi juga dalam komitmen dan kerja keras. Komitmen dan kerja keras harus berdasar pada tujuan didirikannya SMAK yakni melahirkan pelajar yang bukan saja paham ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki iman, memahami dan menghayati ajaran Katolik secara baik dan benar di tengah masyarakat,” kata Eusabius.

“SMAK harus meluluskan pelajar yang handal dan punya hati, bebas dari, kemalasan, intoleransi, radikal dan apatis,” lanjutnya.

Sehari sebelumnya Dirjen Bimas Katolik didampingi Kasubdit Pendidikan Menengah, Yustina Srini bertatap muka dengan Romo Pareses, Kakankemenag Kabupaten Manggarai Barat, Pengurus Yayasan Sukma Keuskupan Ruteng, para Kepala Sekolah SMAK di wilayah NTT seperti dari Ende, Maumere, Sumba, Manggarai Timur, Larantuka dan Riung.

Dalam acara saat itu, Pastor Lorens sempat menyatakan kegembiraannya. Ia mengatakan, setelah sekian lama menjadi harapan, akhirnya besok SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo diresmikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DITJENBIMAS Katolik yang telah memenuhi harapan kami,” kata Pastor Lorens.

Di hari yang sama, Eusabius juga menegaskan bahwa dengan adanya SMAK ini, kita bisa menghasilkan generasi muda masa depan yang handal.

Ia mengharapkan POLA MITRA antara Gereja Katolik, dalam hal ini Keuskupan dan Pemerintah harus dijalin dengan baik.

Roby Sukur katoliknews

Komentar