Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus Bongsu Sinaga. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Paca peristiwa bom bunuh diri di salah satu Gereja Katolik di Medan pada Misa Minggu, 28 Agustus 2015, Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus Bongsu Sinaga mengimbau seluruh umat untuk tenang.

“Kita tetap membawa perdamaian dan kita tetap menjaga kerukunan. Saya minta kepada seluruh jemaat Katolik untuk tenang,” katanya menyikapi upaya pencobaan bom bunuh diri dan pembunuhan terhadap pastor Albert S Pandiangan di Gerja Katolik Stasi Santo Yosep Medan.

Kepada Tribunnews.com, Mgr Anicetus yang ditemui di Kantor Keuskupan Medan, Jalan Imam Bonjol, mengatakan, ia mengajak umat untuk bersikap seperti St Fransiskus Assisi, yang  tetap membawa kerukunan dan perdamaian kepada seluruh umat beragama.

“Seperti yang dibuat oleh Santo Fansiskus. Dia  berlutut di kaki seorang perempuan yang berbeda agama untuk menyatakan perdamaian. Mari kita tetap menjaga perdamaian,” jelas dia.

Ia sudah mengintruksikan kepada umat untuk tidak perlu takut pergi ke gereja.

Uskup yang sebentar lagi akan pensiun ini mengampuni perbuatan yang dilakukan pelaku bom bunuh diri.

“Segala kehendak buruk tidak akan menghilangkan perdamaian kita,” lanjutnya.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di pada sekitar pukul 08.30 WIB di dalam Gereja Katolik Stasi Yosefm oleh tersangka Ivan Armadi.

Edy/Katoliknews

Komentar