Santar Teresa dari Kalkuta. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Pada Minggu, 4 September 2015, Bunda Teresa resmi menjadi orang suci.

Iada adalah penerima Nobel Perdamaian untuk Kemanusiaan yang terkenal dengan karyanya membantu orang miskin di Kalkuta, India.

Berikut adalah 10 pernyataan Bunda Teresa yang sangat berpengaruh tentang iman dan filsafat hidupnya:

1. “Jika aku menjadi seorang santa -aku akan menjadi salah satu kegelapan. Aku akan hadir dari surga-untuk menyalakan cahaya dalam kegelapan di bumi,” katanya. Kutipan ini diambil dari buku Bunda Teresa: Come Be My Light, yang menggambarkan pernyataan misi kehidupannya.

2. “Aku adalah segalanya. Setiap negara saya cintai dan saya adalah anak Allah yang mencintai manusia,” kata dia dalam sebuah wawancara pada 1995 ketika ditanya tentang kebangsaan.

3. “Aku lihat orang sekarat, aku menjemputnya. Aku menemukan seseorang yang lapar, aku memberinya makanan. Dia bisa mencintai dan dicintai. Aku tidak melihat warnanya, aku tidak melihat agamanya. Aku tidak melihat apa-apa. Setiap orang apakah dia Hindu, Muslim atau Budha, ia adalah saudaraku, adik saya, “kata dia dalam wawancara yang sama.

4. “Lakukan hal-hal biasa dengan cinta yang luar biasa,” kata dia kepada seorang imam yang mengenalnya melalui Misionaris Cinta Kasih.

5. “Cinta dimulai dari rumah, dan bukan berapa banyak yang kita lakukan, tapi berapa banyak cinta yang kita masukkan ke dalam tindakan yang kita lakukan,” kata dia, dalam acara penganugerahan Nobel Perdamaian pada 1979.

6. “Marilah kita selalu bertemu satu sama lain dengan senyum, senyum adalah awal dari cinta,” kata Bunda Teresa dalam peristiwa yang sama.

7. “Kami takut akan masa depan karena kita membuang-buang hari ini,” tulis dia dalam “Di mana Ada Cinta, Ada Allah”.

8. “Masa depan selebihnya berada di tangan Tuhan, saya merasa jauh lebih mudah untuk menerima hari ini karena kemarin sudah berlalu dan besok belum datang dan saya hanya ada untuk hari ini,” kata Teresa .

9. “Kami telah diciptakan untuk hal-hal yang lebih besar, untuk mencintai dan dicintai,” tulisnya dalam buku yang sama.

10. “Saya tidak setuju dengan cara yang besar dalam melakukan sesuatu. Bagi kami, yang penting adalah seorang individu.”

Time/Tempo.co/Katoliknews

Komentar