Ilustrasi

Katoliknews.com –  Kelompok Islam radikal Solo membubarkan Misa untuk memperingati 1.000 hari meninggalnya seorang ibu beragama Katolik.

Menurut laporan Netralitas.com, Misa yang diadakan oleh umat Katolik di Penumping, Purwosari, Solo itu pada Selasa, 9 September 2016 itu dipimpin oleh Romo Andre MSF.

“Misa arwah dipaksa bubar sebelum rampung oleh kelompok Islam radikal. Masih untung, penerimaan komuni sudah dilaksanakan,” kata seorang umat yang enggan disebut namanya kepada Netralitas.com, Rabu, 7 September.

Massa yang melakukan penggerudukan, kata sumber itu diperkirakan mencapai puluhan orang.

Misa itu dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Penumping, Purwosari tepatnya di belakang Loji Gandrung yang merupakan rumah dinas Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Walikota, kata dia, mengizinkan pendopo digunakan untuk berbagai kepentingan apa saja.

“Umat Katolik meminta izin menggunakan pendopo karena kalau dilakukan di dalam rumah tidak muat karena jumlah yang hadir banyak,” kata umat tersebut.

Ia menambahkan, Misa itu juga diikuti oleh Lurah Penumping yang merupakan seorang Muslim.

“Mendengar kabar ini, kelompok Islam radikal yang pada saat itu sedang melakukan pengajian di masjid dengan pengeras suara yang keras dan tak jauh dari tempat misa segera menggeruduk pendopo. Orang-orang yang sedang melakukan pengajian di masjid itu segera mendatangi umat Katolik yang sedang misa sambil mengancam dan memaksa agar bubar,” paparnya.

Ia selanjutnya menceritakan Romo Andre segera diselamatkan dari pendopo karena kuatir bisa menjadi sasaran kelompok Islam radikal.

“Romo Andre akhirnya melompat dari jendela ke kamar kerja lurah untuk bersembunyi karena massa sudah berteriak anarkis sembari mengucapkan Allahu Akbar…Allahu Akbar…sehingga suasana sangat mencekam,” tandasnya.

Antisipasi ini dilakukan oleh pihak keamanan kelurahan karena menilai massa bisa bertindak anarkis. “Massa yang sudah mulai beringas ini akan mencari pemimpin umat. Pastor dan pembantunya yakni prodiakon segera diselamatkan,” ujar seorang aggota pihak keamanan Kelurahan Penumping.

Penumping termasuk dalam Gereja Santo Petrus- Paroki Purwosari, Solo. Penumping adalah salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Lawean yang merupakan markas kelompok Islam radikal di Solo.

Kelurahan Penumping terdiri dari dua kampung yang dipisahkan oleh Jalan Slamet Riyadi. Di bagian selatan terletak kampung Penumping, sedang di sebelah utara terdapat kampung Kalitan. Selain Loji Gandrung yang merupakan tempat tinggal resmi Walikota Surakarta, di Kelurahan Penumping juga terdapat pendopo kelurahan yang cukup luas.

Netralitas.com/Katoliknews

Komentar