Romo Paschal Esong Pr. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Di tengah rutinintasnya melayani tugas-tugas liturgis, Romo Paschal Esong Pr memilih mendedikasikan waktunya untuk membantu para korban perdagangan manusia, khususnya di kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Kata dia, umumnya para korban adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang direkrut secara ilegal, tidak dilengkapi dokumen resmi.

Para TKI ilegal tersebut didatangkan dari berbagai provinsi di Indonesia, umumnya dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tengara Barat (NTB), Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Angka yang paling tinggi menurut data kami (adalah) teman-teman adalah NTT,” katanya, Senin, 5 September 2016.

Laporan sejumlah lembaga, termasuk Intenational for Migration (IOM) memang menyebut NTT berada di rangking pertama kasus human trafficking.

Pada bulan lalu, polisi di NTT misalnya menangkap puluhan pelaku, yang sudah terlibat dalam sejumlah jaringan human trafficking, dimana sejak 2015 sampai tahun ini merekrut lebih dari 1.500 orang.

Romo Paschal yang menjabat sebagai Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Migran-Perantau Kevikepan Kepulauan Riau, Keuskupan Pangkalpinang itu menyebut faktor ekonomi yang membuat fenomena TKI ilegal marak terjadi.

“Alasan paling utama adalah persoalan kemiskinan, sehingga TKI tergoda untuk memperbaiki hidup,” tutur Romo Paschal. Mereka, jelasnya, terpaksa keluar dari daerah mereka, meski tidak melalui jalur resmi.

Di samping itu, ia juga menyoroti banyaknya oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan, mulai dari aparat penegak hukum hingga pihak keluarga korban.

“Ada banyak pihak yang terlibat,” urai Romo Paschal.

Ia menambahkan, umumnya para calo TKI memanfaatkan orang di lingkungan tempat tinggal korban.

“Bisa memakai RT, RW, lurah dan orang dekat,” jelasnya.

“Mereka membayar aparat,. Juga dengan uang sirih pinang untuk mengelabui keluarga,” pungkasnya.

Romo Paschal menyayangkan fenomena ini. Ia menduga ada korporasi besar yang bermain di balik persoalan TKI ilegal.

“Pemilik usaha memodali semuanya. Mereka mengerahkan agen, dan agen akan melakukan segala cara,” tegasnya.

Stefan/Wili Putra/Katoliknews

 

Komentar