Umat Katolik mengikuti perayaan misa perdana Mgr Henricus di Gereja Katedral Ijen, Malang (Foto: John Laba Wujon,Komsos KWI)

Katoliknews.com – Uskup Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm  mengatakan bahwa umat Katolik mesti terus mendalami Kitab Suci sebagai pedoman hidup.

Hal itu ia sampaikan dalam kotbah pada misa perdananya di Gereja Katedral Ijen, Malang, pada Minggu 4 September lalu.

Sebagaimana dilansir Mirifica.net, Mgr Henricus mengatakan, umat Katolik perlu mengingat pentingnya firman Allah.

Oleh karena itu, kata dia, umat mesti mengembangkan kebiasaan membaca Kitab Suci, sebagai salah satu bentuk doa.

“Itu merupakan cara kita mengenal Tuhan dengan lebih baik. Sifat-sifat-Nya, kehendak-kehendak-Nya bagi kita yang ingin menyelamatkan kita. Maka dengan penuh iman meskipun sulit dan seringkali tidak mengerti, kita tetap harus membaca kitab suci,” kata Mgr Henricus.

Ia melanjutkan, “Yakinlah itu sebagai doa. Tuhan sudah mendengarkan doa kita. Pelan-pelan, saya yakin Firman Allah akan menjadi mudah dipahami.”

Uskup yang ditahbiskan pada Sabtu, 3 September lalu ini juga menjelaskan bahwa umat juga perlu membaca buku-buku tafsiran terkait isi kitab suci dan mengikuti pendalaman kitab suci.

“Tujuannya adalah supaya kita tahu dan paham  banyak hal yang mau dikatakan oleh Bapa surgawi kepada kita anak-anaknya, termasuk ayat-ayat yang sulit.” ujarnya.

Menurut Mgr Anicetus, apabila kita tekun membaca kitab suci, Roh Kudus sendiri yang akan menganugerahkan kebijaksanaan kepada kita, agar kehendak Allah yang tersampaikan melalui kitab suci mudah dipahami.

Lantas, kata dia, umat juga perlu berdoa memohon kehadiran Roh Kudus, yang bakal membantu untuk memahami kehendak Tuhan.

Lebih lanjut, merujuk pada bacaan Injil pada Misa itu yakni terkait ‘Hal mengikuti Yesus’, ia mengatakan bahwa Yesus mesti diutamakan.

“Yesus mau supaya kita mencintai dia di atas segala-galanya. Itulah artinya membenci orang tua dan mengasihi Yesus. Kita tetap bisa mengasihi orang tua dan sesama, tetapi yang harus lebih dikasihi adalah Yesus. Yesus harus lebih kita cintai, karena Dia Tuhan kita, karena dia penyelamat kita,” katanya.

Roby Sukur/Katoliknews

Komentar