Adminstrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang (KAS) Romo FX Sukendar Wignyasumarta Prmenerimakan Sakramen Penguatan kepada umat Paroki Wedi. (Foto: Laurentius Sukamta)

Katoliknews.com – Sebanyak 193 umat Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menerima Sakramen Krisma atau Penguatan dari Adminstrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang (KAS) Romo FX Sukendar Wignyasumarta Pr pada Sabtu, 24 September 2016.

Perayaan Ekaristi Misa Krisma ini mengambil tema “Membangun Peradaban Kasih Dengan Saling Peduli Dan Berbagi.

Dalam homilinya, Romo Sukendar mengajak umat untuk mensyukuri peristiwa penerimaan sakramen ini, yang ia sebut menjadi tanda bahwa Gereja tidak akan kekurangan atau kehabisan kader atau generasinya.

“Sakramen Penguatan menggugah kita menjadi saksi-saksi Kristus. Dan karena daya roh, kita dimampukan untuk menjadi pewarta-pewarta Kristus. Untuk itu, marilah kita mewartakan kebaikan Tuhan dan kerahimannya. Kita mewartakan kasih dan damai Kristus kepada sesama kita,” ajak rama.

Romo Sukendar menyampaikan bahwa dalam kehidupan, sering ada yang njomplang (berat sebelah) antara realita dengan apa yang diharapkan masyarakat.

Karena itu, umat perlu membangun peradaban kasih guna “menjembatani” situasi yang terjadi.

“Upaya membangun peradaban kasih ini dapat dilakukan melalui perbuatan-perbuatan sederhana namun konkret, seperti membuat irigasi yang baik bagi petani, membangun embung di daerah yang kritis air, merehab rumah yang tidak layak huni, dan sebagainya. Yang penting, umat dapat tergerak hatinya oleh belas kasih Tuhan dengan bahasa sehari-hari,” katanya.

Blasius Nyoman Tri Pramono, mewakili penerima sakramen mengucapkan terima kasih kepada Romo Sukendar.

“Semoga dengan penerimaan Sakramen Penguatan ini, iman kami menjadi semakin dewasa. Iman kami dapat tumbuh dan berkembang. Sehingga kami dapat terlibat dalam membangun peradaban kasih dengan saling peduli dan berbagi,” harapnya.

Sebelumnya, Romo Sukendar juga menerimakan Sakramen Penguatan kepada 52 umat Paroki Administratif Santa Maria Ratu Bayat, Kabupaten Klaten, pada Jumat, 16 September 2016.

Kontributor Laurentius Sukamta/Katoliknews

Komentar