Tokoh lintas agama (Foto: Detik.com)

Katoliknews.com – Sejumlah tokoh lintas agama mengeluarkan pernyataan sikap bersama meminta masyarakat tetap menjaga perdamaian menjelang pilkada serentak tahun 2015.

Hal tersebut adalah poin utama yang dibicarakan dalam sebuah acara yang digagas oleh Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), di mana sejumlah tokoh dari berbagai agama hadir.

Acara ini juga sekaligus sebagai tanggapan atas polemik isu SARA yang terjadi menjelang Pilgub DKI Jakarta yang disesalkan berbagai pihak.

Sebagaimana dilansir Detik.com, Senin 17 Mei, Ketua CDCC, Din Syamsudin dalam jumpa pers mengatakan bahwa pada intinya tokoh agama sangat menekankan perdamaian.

“Karena kita mendambakan perdamaian sejati. Berdasarkan keikhlasan, keterusterangan dan kekeluargaan. Jangan memasuki wilayah sensitif agar dapat membangun demokrasi bangsa kita,” ujar Din di Kantor CDCC Menteng, Jakarta Pusat.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya berharap masyarakat bersatu untuk mengawal kebhinekaan bangsa Indonsia. Selain itu, kata dia, pemerintah juga diajak mengawal agar dapat menjamin keutuhan bangsa ini.

Sementara itu, Ketua Watakin, Uung Sendana menyatakan bahwa agama memang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu,kedamaian pasti didapatkan bila umat beragama saling menghargai.

“Agama digunakan dalam arti positif ya tidak masalah. Agama itu digunakan dalam arti yang positif. Kalau yang membangkitkan provokasi kekerasan itulah yang harus dihindari,” jelas Uung.

Sekretaris KWI Edy Purwanto menjelaskan bahwa para tokoh agama harus ikut menjaga keutuhan bangsa. Caranya dengan berpegang pada Pancasila yang mendorong kesejahteraan umum bengsa.

“Indonesia adalah negara yang plural dan majemuk dari berbagai segi. Dalam penyiapan untuk pemilukada ada konteks demokratisasi pada umumnya. Kami tetap concern dan komitmen dalam mengawal untuk menjalankan proses dekmokrasi secara sehat dan dewasa,” katanya.

Dengan adanya pernyataan sikap ini para tokoh lintas agama berharap agar umat beragama dapat tercerahkan. Harapannya agar dalam pilkada serentak 2017 mendatang dapat berlangsung aman dan lancar.

Roby Sukur/Katoliknews

Komentar