Suasana kirab salib Asian Youth Day di Paroki Klaten pada Jumat malam, 21 Oktober 2016. (Foto: Laurentius Sukamta)

Katoliknews.com – Umat Paroki Santa Maria Assumpta, Klaten menerima Kirab Salib Asian Youth Day (AYD) dari umat Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Boyolali, Jumat malam, 21 Oktober 2016.

Kirab Salib AYD disambut meriah oleh ribuan umat, yang mengenakan pakaian adat Jawa.

Setibanya di Paroki Klaten, Salib AYD diarak oleh ratusan Orang Muda Katolik (OMK) beserta umat dari Paroki Boyolali.

Mereka lalu bergerak menuju Gereja Santo Yusup Stasi Senden.

Kirab Salib AYD diarak dengan tarian serta kesenian kentongan dan disambut oleh punakawan dari Gereja Senden.

Setibanya di depan Gereja Senden, salib AYD diserahkan oleh perwakilan dari umat Paroki Boyolali  dan diterima oleh Pastor Paroki Klate, Romo Ignatius Slamet Riyanto Pr.

Salib AYD kemudian diserahkan oleh Rama Slamet kepada perwakilan OMK dan dibawa masuk ke dalam Gereja Senden, di mana kemudian diadakan Ibadat Taize.

Romo Riyanto mengatakan, Salib AYD merupakan salib yang dibuat oleh warga Filipina, dari bahan dasar bambu.

Salib itu, jelasnya, diarak ke seluruh negara di ASEAN.

“Salib AYD membawa sebuah pesan, khususnya kepada kaum muda untuk bersatu dalam iman dan kasih. Dengan demikian diharapkan kaum muda terus mengobarkan semangat perdamaian, baik bagi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) maupun bagi dunia,” katanya.

Usai Ibadat Taize, kemudian dilakukan penerbangan seribu lampion ke udara dan pesta kembang api.

Laurentius Sukamta/Katoliknews

Komentar