Solo, Katoliknews.com – Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) organisasi kader Pemuda Katolik akan membahas soal penegasan komitmen untuk mendukung Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam upaya membangun desa.

Acara yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah mulai esok, 18 November ini akan ditutup pada Minggu mendatang, 20 November.

“Kami menegaskan kembali bahwa dengan Rapimnas ini, kami akan tetap berpartisipasi dalam mendukung Pemerintahan Jokowi-JK,” ujar ketua Steering Committee (SC) Rapimnas, Stefanus Asat Gusma dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 17 November 2016.

“Partisipasi ini diwujudkan dengan menjadikan desa sebagai basis pelayanan sekaligus subyek pembangunan nasional sebagaimana ditegaskan dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” lanjutnya.

Pemuda Katolik, kata Gusma, menilai bahwa desa akan menjadi area perang ekonomi. Dan, dalam perang ekonomi tersebut, menurutnya, dibutuhkan kehadiran pemuda desa yang terampil dan memiliki kompetensi standar internasional.

“Maka dari itu, Pemuda Katolik mendukung penuh upaya pemerintah Jokowi-JK memperkuat desa, terutama sumber daya manusia desa yang berstandar internasional,” tandas dia.

Gusma menjelaskan, Pemuda Katolik sudah menyatakan dukungan ini dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Nanga   Bulik,   Kabupaten   Lamandau,   Kalimantan   Tengah   pada pertengahan April 2016 yang lalu.

Salah satu rekomendasi eksternal Rakernas kala itu, lanjut dia, adalah memperkuat desa melalui kader-kader Pemuda Katolik yang terampil untuk memberdayakan masyarakat desa agar menjadi desa yang mandiri, terampil, kuat dan demokratis melalui kegiatan-kegiatan pendampingan yang kreatif dan inovatif.

“Rapimnas ini merupakan sebuah proses penjabaran program-program kerja yang sudah disusun dan ditetapkan saat Rakernas dalam arah dan gerak organisasi,” katanya.

“Karena itu, kita mengangkat kembali tema tentang desa di Rapimnas ini,” jelas Gusma.

Ia berharap, Pemuda Katolik dapat melahirkan program-program yang konkret, inovatif dan implementatif untuk mencetak  kader-kader yang  populis,  handal,  terampil,  kompetitif dan mandiri.

“Hal ini penting karena tantangan bangsa Indonesia saat ini sudah nampak di depan mata, yaitu Masyarakat Ekonomi  ASEAN atau MEA,” katanya.

“Dan, pertarungan MEA  niscaya  sedikit banyak telah memasuki wilayah desa, sehingga dibutuhkan masyarakat desa yang terampil, berdaya  saing,  paham  teknologi  dan  memiliki  kompetisi  standar  internasional,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa mengapresiasi pemerintahan Jokowi-JK dalam implementasi pembangunan desa yang merupakan perwujudan program Nawacita, di mana salah satunya adalah, “Membangun  Indonesia  dari  pinggiran  dengan  memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”.

“Sehingga tak heran, orientasi pembangunan pemerintahan Jokowi-JK adalah memperkuat desa untuk mendukung pembangunan nasional. Orientasi ini diwujudkan dengan pengalokasian anggaran sekitar Rp 1 miliar lebih untuk tiap desa setiap tahun,” kata Karolin.

Dengan anggaran ini, kata dia, telah diupayakan berbagai kegiatan untuk membangun desa dan kawasan perdesaan melalui penyediaan infrastruktur, sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, perekonomian, telekomunikasi dan informasi, agar orang desa tidak tertarik migrasi ke kota, bahkan membuat orang desa tertarik kembali ke desa.

“Selain itu, pemerintahan Jokowi-JK juga telah menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat desa agar menjadi kuat dan mandiri,” ungkapnya.

Karolin menambahkan, dalam mewujudkan percepatan pemberdayaan dan pembangunan masyarakat desa, perlu dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat termasuk organisasi masyarakat.

Dalam konteks inilah, kata dia, Pemuda Katolik sebagai bagian dari organisasi masyarakat berpartisipasi mendukung pemerintahan Jokowi-JK dalam memperkuat desa demi menunjang pembangunan nasional.

“Pemuda Katolik merupakan sebuah wadah bagi aktualisasi pembinaan dan perjuangan. Melalui organisasi Pemuda Katolik, diharapkan lahir kader-kader yang 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia untuk mendukung gereja dan bangsa,” katanya.

“Salah caranya menjadi kader yang dapat memperkuat dan memberdayakan desa,” lanjut Karolin.

Rapimnas kali ini dirayakan bersamaan dengan perayaan Dies Natalis Pemuda Katolik yang ke-71.

Selain dihadiri kader-kader dari seluruh Indonesia, sejumlah tokoh nasional akan berpartisipasi.

Rencananya, acara seremonial Rapimnas akan dibuka oleh Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo pada Sabtu, 19 November.

Patris/Katoliknews

Komentar