Pemotongan tumpeng di Perayaan Syukur 50 Tahun Keuskupan Jayapura. (KabarPapua.co/Katharina)

Katoliknews.com – Pemerintah Provinsi Papua mengucapkan terima kasih atas pelayanan Gereja Katolik dalam sejumlah karya di daerah itu, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan.

Sebagaimana dilansir Kabarpapua.co, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menyebutkan sejumlah pelayanan nyata telah dilakukan gereja Katolik, khususnya Keuskupan Jayapura.

Dalam dunia pendidikan, kata dia, berupa sekolah berpola asrama, juga Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK), lembaga pendidikan calon imam Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur dan juga sekolah yang dikhususkan untuk guru-guru pelajaran Katolik di Waena.

“Dengan didikan Katolik, banyak buah yang dihasilkan, termasuk pejabat Papua, mulai di provinsi hingga ke distrik dan kelurahan,” kata Klemen akhir pekan lalu di hadapan ribuan umat Katolik yang hadir dalam perayaan syukur Hirarki 50 tahun Keuskupan Jayapura.

Ia menambahkan, pelayanan juga dalam bidang transportasi, yakni melalui maskapai penerbangan “Associated Mission Aviation” (AMA).

AMA didirikan pada 23 Maret 1959 oleh Pemimpin umat Katolik Uskup Jayapura, Mgr R.Staverman,OFM dengan maksud membuka keterisolasian masyarakat Papua yang bermukim di wilayah pedalaman dan terisolir, baik di puncak-puncak bukit dan gunung, lembah dan ngarai yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat terbang berbadan kecil.

Hampir semua wilayah pedalaman di Papua, kata dia, dibuka oleh penerbangan AMA.

“Dalam perjalanan waktunya, AMA juga telah membuat lapangan terbang misi dan banyak lapangan terbang ini yang telah dikelola oleh pemerintah,” ungkapnya.

Dalam bidang kesehatan, menurut Klemen, Gereja Katolik menghadirkan Rumah Sakit Dian Harapan yang menghadirkan tenaga medis dan tenaga lainnya.

“Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat di Papua, kami ucapakan terima kasih atas misi dan karya kebangkitan Tuhan di tanah Papua,” katanya.

Ia memaparkan, Gereja Katolik sudah berada di Tanah Papua hampir 100 tahun.

“Ini luar biasa. Di daerah tertentu, pemerintah tak mampu menjangkau daerah itu, (namun) Gereja bisa menjangkau dan mengenalkan masyarakat setempat hidup bersama Kristus,” ucapnya.

Ia menegaskan, bersama dengan Gereja, Pemerintah Provinsi Papua akan terus bangkit, mandiri dan sejahtera.

“Bangkit berarti jangan hanya diam di tempat, harus bergerak untuk mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri bagi setiap orang Papua yang akhirnya akan berdampak kepada kesejahteraan,” ungkapnya.

“Kami yakin, Gereja, dapat membantu kesuksesan program pemerintah,” katanya.

Katoliknews

Komentar