Acara temu raya OMK di Klaten. (Foto: Laurentius Sukamta)

Katoliknews.com – Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) dari sembilan paroki di Rayon Klaten hadir dan mengikuti acara Temu Raya OMK Rayon Klaten di Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Dalem, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Minggu, 20 November 2016.

Acara ini dibuka dengan Misa yang dipimpin oleh  Moderator OMK Rayon Klaten, Romo Ignasius Slamet Riyanto Pr.

Dalam homili, Pastor Paroki Maria Assumpta Klaten ini berpesan agar OMK mesti menikah di Gereja.

“Meski pasangan hidup kalian itu dari umat Kristen, Islam, Hindu, Budha, dan sebagainya, ya silakan, tidak apa-apa. Yang penting, proses perkawinan, dan ijabnya harus di Gereja,” katanya.

Pengurus OMK Rayon Klaten, Veronika Demitia Sandhy Parestu menyampaikan, Temu Raya OMK ini bertujuan untuk mengumpulkan OMK Rayon Klaten.

“Karena berbarengan dengan acara Kirab Salib AYD (Asian Youth Day) di Paroki Dalem, maka kegiatan Temu Raya OMK yang seharusnya diadakan di Paroki Kebonarum, kita geser di Paroki Dalem. Acara Temu Raya OMK Rayon Klaten ini adalah Misa OMK dan pentas seni,” paparnya.

Usai Misa, dilanjutkan dengan pentas seni. Ketua panitia pentas seni, Gama, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan keterlibatan OMK dari sembilan paroki di Rayon Klaten ini.

“Kami berharap, dengan Temu Raya ini, OMK Rayon Klaten bisa lebih saling mengenal dan bisa lebih akrab lagi,” harapnya.

Acara pentas seni ini diisi oleh sejumlah penampilan, di antaranya musik etnik kelompok Wangak dari Sika, Maumere, Nusa Tenggara Timur; Magnitude Band dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY); PHP (Pemuda Harapan Pemudi) Band dari OMK Stasi Senden (Paroki Klaten); Seger Band dari OMK Paroki Roh Kudus Kebonarum dan drama “Pacaran Beda Agama” yang dimainkan oleh OMK Santo Sylvester Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi.

Di akhir pentas seni, OMK yang hadir diajak untuk melakukan flash mob atau joget bersama. Mereka maju ke panggung untuk bernyanyi dan berjoget bareng. Ada kegembiraan dan kebersamaan terjalin di antara mereka.

Laurentius Sukamta/Katoliknews

Komentar