Seorang polisi menyelidiki serpihan bom yang meledak di luar sebuah gereja di Filipina. (Foto: Ucanews.com)

Katoliknews.com – Kardinal Orlando Quevedo, Uskup Agung Cotabato, Filipina mengecam aksi “terorisme” yang meledakan sebuah bom di luar gereja Katolik di kota Esperanza, Filipina selatan.

Ia mengatakan pada Rabu, 27 November 2016 bahwa bom itu “menodai tempat suci, hari suci, dan pelayanan suci yang baru saja dijalankan.”

Ledakan itu terjadi ketika orang-orang meninggalkan gereja setelah menghadiri Misa pagi untuk merayakan hari Minggu Adven pertama.

“Sebagai pemimpin Keuskupan Agung Cotabato, saya mengecam keras aksi terorisme yang tidak rasional,” kata Kardinal Quevedo dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Ucanews.com

Kardinal menjelaskan pemboman itu sebagai “serangan terhadap nyawa manusia tak berdosa (dan) serangan terhadap kebebasan beribadah.”

Kardinal Quevedo mengimbau pasukan keamanan “menyelidiki mereka yang bertanggung jawab dan membawa mereka ke pengadilan” serta meminta masyarakat untuk “berwaspada terhadap aksi terorisme.”

Setidaknya tiga umat dilaporkan mengalami luka-luka dalam ledakan yang mengejutkan warga kota Esperanza, Provinsi Sultan Kudarat itu.

Pihak berwenang mengatakan bahan peledak itu diletakan di luar kompleks gereja di Desa Saliao.

Pos-pos pemeriksaan polisi dan militer telah dibentuk di seluruh provinsi itu. Pihak berwenang mengatakan sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Kapten Arvin Encinas, urusan publik Divisi Infanteri VI/Militer, mengatakan pihaknya belum menentukan identitas kelompok di balik serangan itu

Namun, katanya, Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro bisa berada di balik serangan itu.

Kelompok ini telah lama dikaitkan dengan sejumlah kekerasan, termasuk pemboman di wilayah Mindanao tengah.

“Kami menduga mereka terlibat, tapi penyelidikan masih terus berlangsung,” kata Encinas.

Sekitar 50 pejuang yang disebut kelompok teror Maute, beroperasi di Mindanao tengah, menyerang kota Butig, Provinsi Lanao del Sur pekan lalu.

Sekitar 300 anggota kelompok Maute telah bersumpah setia kepada ISIS dan mereka menjadi target operasi militer di Filipina selatan dalam beberapa bulan terakhir.

Katoliknews

Komentar