Romo Benny Susetyo. (Foto: Cnnindonesia.com)

Katoliknews.com – Romo Benny Susetyo Pr, imam yang dikenal vokal bersuara terkait isu-isu sosial politik mengajak para pastor dan pendeta untuk tidak terlibat dalam politik praktis.

“Kalau melibatkan diri dalam politik praktis, maka itu berpotensi memecah belah. Lebih baik sampaikan seruan-seruan moral saja bagaimana memilih pemimpin yang tepat,” kata Benny saat berbicara dalam diskusi yang digelar oleh Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), 1 Desember 2016.

Pernyataan itu ia sampaikan merespon pertanyaan dari peserta diskusi itu, yang umumnya para pendeta, tentang bagaimana tokoh-tokoh agama Kristen menempatkan posisi menjelang Pilkada DKI Jakarta, Februari mendatang.

Ia menjelaskan, situasi di Jakarta saat ini sedang bergolak, karena itu, orang-orang Kristen diharapkan membantu agar suasana menjadi damai.

“Salah satunya adalah dengan tidak memperkeruh suasana,” katanya.

Menurut Romo Beny, kini makin menguat praktek politik identitas, di mana yang ditonjolkan dalam pertarungan merebut kekuasaan adalah identitas para kandidat, bukan rekam kerja mereka.

“Kita memang mengalami set back (kemunduran) dari cita-cita reformasi tahun 1998,” katanya. “Indonesia kini sedang diuji.”

Kata Benny, hal ini diperparah oleh media sosial yang lebih banyak dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab.

“Orang dengan mudah menyebarkan informasi-informasi yang menyulut kebencian satu kelompok terhadap kelompok yang lain. Pencarian akan kebenaran sejati sudah hilang,” jelasnya.

“Dalam konteks begini, tokoh agama hendaknya hadir, bersama-sama mendorong agar negara bisa mengambil peran, menghentikan ini semua,” katanya.

“Ketika negara hampir tidak lagi dipercaya, maka umat Kristiani harus bersatu mendukung dan mendorong pemerintah mengatasi situasi yang kian tidak menentu,” jelasnya.

Sementara itu, Pendeta Jerry Sumampouw dari Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengatakan, Gereja tidak boleh ikut arus.

“Jangan termakan isu soal SARA (suku, agama, ras dan antargolongan),” katanya.

Ia mengatakan, PGI juga selalu menekankan agar umat Kristiani tidak takut berlebihan dengan situasi Indonesia, termasuk termakan dengan isu-isu yang bersifat mengasut.

“Isu-isu demikian hanya akan memunculkan keresahan sosial,” katanya.

Senada dengan Romo Benny, Jerry mengatakan, bijaksanalah dalam memanfaatkan media sosial, karena kini sering dipakai kelompok-kelompok tertentu untuk memprovokasi.

Katoliknews

Komentar