Para peziarah asal Indonesia berfoto bersama di Kapel Penampakan, Fatima, Portugal, setelah Misa bersama untuk perdamaian Indonesia, Selasa, 29 November 2016. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Para peziarah dari Indonesia yang berkunjung ke Fatima, Portugal berdoa bagi perdamaian di tanah air.

Ujud itu didaraskan saat Misa yang dipimpin oleh Romo Yustinus Dwi Karyanto di Kapel Penampakan Bunda Maria di Fatima, Selasa, 29 November 2016, demikian dilansir Beritasatu.com.

Pimpinan rombongan peziarah, Willy Djohary menjelaskan, Kota Fatima, adalah tempat terakhir kunjungan rombongan yang berjumlah 49 orang itu.

“Yang dapat kami lakukan dari tempat suci ini adalah mendoakan bangsa, para pemimpin, Tanah Air, dan negera Indonesia agar terhindar dari segala bentuk perpecahan, konflik saudara, dan tidak lupa yang paling penting adalah memohon perdamaian bagi bangsa Indonesia,” ujar Willy.

Menurutnya, para peziarah antara lain datang dari Manado, Palu, Makassar, Palembang, Jakarta, Surabaya, Sukabumi, Tangerang, Yogyakarta, dan Pemalang.

Para peziarah mengawali tur rohani mereka dengan mengikuti Misa penutupan Tahun Kerahiman Illahi dengan penutupan Porta Sancta (Pintu Suci) di Basilika St Petrus, Vatikan, Italia, oleh Paus Fransiskus, pada Minggu, 20 November.

Bagi umat Katolik, Fatima adalah salah satu tujuan utama peziarahan rohani, karena, di kota kecil di sebelah utara Kota Lisabon, ini pada 1917, Bunda Maria menampakkan diri kepada ketiga penggembala kecil, yakni Fransisco Marto (9 tahun), Yasinta Marto (7 tahun), dan Lucia de Jesus (10 tahun) sebanyak enam kali.

Kepada ketiga anak itu, pesan perdamaian bagi dunia dititipkan oleh Maria.

Sebanyak enam kali Maria menampakan diri kepada ketiga anak tersebut. Penampakan terjadi selalu pada tanggal 13, yakni diawali pada 13 Mei 1917 sampai 13 Oktober 1917. Hanya pada Agustus 1917 penampakan terjadi pada 19 Agustus, karena pada tanggal 13 Agustus ketiga anak itu ditahan oleh penguasa setempat.

Katoliknews

Komentar