Sejumlah kendaraan sepeda motor mengalami kerusakan akibat ledakan bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu, 13 November 2016. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Romo Yohanes Ola Keda Pr, salah seorang Imam diosesan yang berkarya di  Paroki Hati Kudus Yesus, Mangkupalas, kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur menemukan sebuah benda mencurigakan yang tergeletak di depan pastoran, Rabu, 28 Desember 2016.

Sebagaimana dilansir Rappler.com, Romo Yohanes yang khawatir dengan keberadaan benda tersebut  segera menghubungi Brigpol Nicolau Purera, salah seorang polisi setempat yang juga umat paroki tersebut.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Eriadi, mengatakan lokasi markas Detasemen Brimob dan gereja yang dekat membuat otoritas keamanan dapat tiba dengan cepat.

“Kronologinya, Pastor Yohanes melaporkan kepada salah seorang anggota kami bahwa di rumahnya ada benda yang mencurigakan. Kemudian, kami langsung menghubungi Brimob dan bersama-sama ke TKP. Ternyata isinya buah kelapa,” ujar Eriadi.

Sementara itu, Kapolda Kaltim, Irjen Safaruddin yang juga turun langsung ke lokasi memerintahkan Polresta Samarinda untuk menyelidiki lebih lanjut peristiwa itu, termasuk mencari tahu siapa yang meletakan bungkusan plastik di halaman parkir gereja.

“Isinya murni kelapa. Mungkin ada yang iseng tetapi kita harus tetap waspada, karena ini juga merupakan bentuk terror. Saya berikan waktu selama satu pekan untuk menangkap pelakunya,” tegas Safaruddin.

Safarudin berjanji tidak akan lengah untuk menjaga keamanan dan ketertiban terutama saat Natal hingga Tahun Baru nanti.

Samarinda sempat diguncang teror bom molotov ketika tengah digelar ibadah di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, beberapa minggu lalu.

Seorang balita bernama Intan Olivia meninggal dunia karena menderita luka bakar hingga 80 persen.

Yohanes Trisno/Katoliknews

Komentar