Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: ist)

Katoliknews.com – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mendesak segenap warga Filipina agar keluar dari Gereja Katolik dan mengikuti ‘iglesia ni duterte’, sebuah ajaran agama baru yang ia dirikan, Sabtu, 31 Desember 2016.

Sebagaimana diberitakan Philippine Star, Duterte mengungkapkan kekesalannya kepada Gereja Katolik karena berusaha meredam cara yang ia tempuh dalam memerangi kejahatan narkoba di Filipina.

Pihak Gereja Katolik mengecam cara Duterte yang memicu pembunuhan masal terhadap siapapun warga Filipina yang terlibat narkoba, karena melanggar hukum dan HAM.

Sebagai balasan, Duterte balik meledek pihak Gereja selama Perayaan Natal beberapa hari lalu di Kota Davao, kota kelahirannya.

“Anda mengatakan Duterte adalah pembunuh dan anda menyalahkan saya atas kematian ribuan pecandu narkoba di negara saya, tapi anda sendirilah yang membunuh Kristus”, katanya.

Ia juga mengatakan bahwa gereja Katolik sangat munafik terhadap perang melawan narkoba karena tidak pernah membantunya dalam menangani empat juta pecandu narkoba di Filipina, meskipun Gereja telah mengumpulkan uang dalam jumlah besar selama Misa.

“Mereka selalu berteriak protes namun mereka tidak melakukan apa-apa terhadap obat-obat terlarang, mereka tak pernah terusik untuk membantu. Ini alasan saya ingin keluar dari Gereja Katolik”, kritik Duterte.

Ia melanjutkan, ia akan tetap percaya kepada Tuhan, namun tidak percaya kepada agama apapun yang telah ada. Sebagai solusi, ia mendirikan sebuah kepercayaan baru.

“Ada sesuatu yang baru, namanya ‘iglesia ni duterte’. Anda boleh memiliki beberapa istri, itu tidak dlarang, yang penting anda bertanggung jawab”, kata Duterte mengacu pada agama baru yang ia dirikan.

Yohanes Trisno/Katoliknews

 

Komentar