Tahta Suci dan Tiongkok Di Antara Urusan Otoritas Gereja Katolik

159
Umat Katolik di Tiongkok saat mengadakan Perayaan Ekaristi (foto ist)

Katoliknews.com – Kepala Badan Urusan Agama Negara Tiongkok, Wang Zuoan kembali mengungkapkan harapan agar Vatikan mengambil sikap yang lebih fleksibel dan pragmatis lagi menyangkut otoritas keagamaan di wilayah Tiongkok, Selasa 27 Desember 2016.

Sebagaimana dilansir Voa Indonesia pada Rabu 28/12, saat ini Paus Fransiskus sedang mencoba memulihkan keretakan selama puluhan tahun dengan Tiongkok, di mana umat Katolik terbelah antara mereka yang loyal pada Paus dan jemaat gereja resmi yang dikontrol pemerintah.

Salah satu kendala untuk memperbaiki hubungan itu adalah pertanyaan tentang siapa yang harus menunjuk saat pemilihan uskup.

Tiongkok mengatakan uskup-uskup harus ditunjuk oleh komunitas Katolik Tiongkok dan menolak menerima otoritas Paus, yang dianggap sebagai kepala negara asing yang tidak berhak mencampuri urusan Beijing.

“Tiongkok menginginkan pembicaraan yang konstruktif untuk memperkecil perbedaan, meningkatkan konsensus dan mendorong hubungan yang lebih baik. Posisi pemerintah Tiongkok dalam memperbaiki hubungan Sino-Vatikan selalu jelas dan konsisten”, kata Wang Zuoan.

Saat ini, segenap umat Katolik di Tiongkok sedang menunggu dengan gelisah tentang apa hasil kesepakatan antara Tahta Suci dan otoritas keagamaan Negara mereka.

Mereka berharap dapat segera memperoleh kejelasan dan berdoa agar  otoritas-otoritas sipil dan Tahta Suci segera mengambil keputusan, demi persatuan dan keharmonisan di masa depan.
Kedua belah pihak telah berselisih sejak pengusiran misionaris-misionaris asing dari Tiongkok setelah penguasa Komunis mengambil alih tahun 1949.

Prospek-prospek kesepakatan mundur lagi bulan ini setelah Lei Shiyin, uskup dukungan pemerintah yang dikucilkan Vatikan, berpartisipasi dalam pentahbisan uskup-uskup baru.

 Yohanes Trisno/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here