Paus Fransiskus berfoto bersama anak muda (foto: internasional.kompas.com)

Katoliknews.com – Paus Fransiskus kembali menegaskan tidak akan meningkatkan standar keamanannya meski ia tak memungkiri dirinya bisa saja menjadi target serangan.

Ia mengatakan, akan tetap bepergian tanpa kendaraan antipeluru atau keamanan tambahan karena ia ingin tetap dekat dengan umat.

“Saya sepenuhnya memahami kebutuhan keamanan dan bersyukur dengan adanya pasukan keamanan. Tapi seorang uskup adalah seorang Imam, seorang ayah, dan tidak boleh ada terlalu banyak pembatas antara dia dan umat,” tutur Paus Fransiskus sebagaimana dilansir Reuters, Minggu, 8 Januari 2017.

“Karena itu, sejak awal saya sampaikan, saya hanya akan bepergian jika saya bisa berkomunikasi dengan umat,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam buku berjudul Travelling karya penulis Italia, Andrea Tornielli, Paus Fransiskus mengungkapkan  bahwa dia sama sekali tidak menyimpan kekhawatiran terhadap dirinya sendiri. Pikirannya justru tertuju pada orang-orang yang ditemuinya di berbagai belahan dunia.

“Mungkin saya nekat, tapi saya harus katakan bahwa saya tidak memiliki ketakutan apa pun terhadap diri saya. Saya justru khawatir dengan keselamatan mereka yang bepergian dengan saya dan di atas segalanya saya mengkhawatirkan orang-orang yang saya temui di berbagai negara,” ujarnya dalam buku tersebut.

Selama dua tahun belakangan, kepolisian Italia telah meningkatkan keamanan di area sekitar Vatikan, sebuah negara berdaulat di tengah-tengah Roma. Langkah ini dipicu oleh maraknya serangan teroris di Eropa.

Meski demikian, Paus Fransiskus tetap bepergian dengan menggunakan mobil Ford biasa berwarna biru. Ia juga bersikeras tetap menggunakan keamanan yang biasa ia terima.

Pada 2017, Paus disebut-sebut akan melakukan dua perjalanan internasional, yakni ke Portugal serta ke India dan Bangladesh.

Yohanes Trisno/Katoliknews

 

 

 

Komentar