Untuk Ketiga Kalinya Dalam Tiga Bulan Terakhir, Gereja Gembala Baik Batu Hadapi Ancaman Teror

285
Tim gabungan Korps Brimob Detasemen B Jawa Timur bersama aparat Polres Batu (Foto: ist).

Katoliknews.com – Tim gabungan Korps Brimob Detasemen B Jawa Timur bersama aparat Polres Batu kembali datang dan bersiaga di sekitar Gereja Gembala Baik Batu, Keuskupan Malang, Sabtu 14 Januari 2017.

Mereka datang setelah pada siang harinya Mapolres Kota Batu menerima telepon dari orang tak dikenal yang mengancam melakukan pengeboman terhadap tempat ibadah Umat Katolik tersebut.

Sebagaimana dilansir BatuTIMES.com, mereka berupaya meredam isu dan mengantisipasi adanya teror dengan melakukan penyisiran agar gereja tetap aman dan nyaman bagi segenap Umat yang akan menghadiri misa pada sore harinya.

Romo Michael Agung O.Carm, salah seorang Pastor yang bertugas di Paroki Gembala Baik mengatakan, ada beberapa tempat yang diperiksa khusus oleh aparat seperti kamar mandi, tempat sampah, mimbar, altar, sakristi, dan kursi-kursi yang ada di dalam gereja.

Tim Jihandak saat memeriksa bagian dalam gereja (Foto: detik.com)

“Polisi sudah tiba pada pukul 15.00 untuk memastikan gereja aman bagi Umat yang akan mengikuti Misa sore hari nanti,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, pada pukul 12.59 WIB Mapolres Batu mendapatkan informasi kalau ada bom yang akan diledakkan di sejumlah gereja yang ada di kota apel ini.

Untuk itu, pihaknya meminta bantuan ke tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) Brimob untuk mengantisipasi sekaligus menyisir lokasi.

“Ada telpon dari seseorang ke piket Polres Batu bahwa ada bom yang akan diledakkan di gereja,” kata AKBP Leonardus Simarmata.

Dia melanjutkan, penelpon mengatakan bom rencananya dilempar ke sejumlah gereja, termasuk di Gereja Gembala Baik.

“Kami pasti amankan seluruh gereja serta mengindentifikasi pelaku pembuat teror secepatnya,” tegasnya.

Dalam tiga bulan terakhir, Gereja Gembala Baik Batu, Keuskupan Malang ini telah menerima tiga kali teror.

Teror pertama yaitu adanya telepon yang akan meledakkan gereja itu pada 14 November 2016 lalu.

Yang kedua, teror seseorang yang membuat gaduh saat misa malam natal, serta yang ketiga yakni telepon sesorang yang tidak dikenal pada hari ini, Sabtu (14/1) yang mengancam akan meledakkan semua gereja yang ada di Kota Batu.

 

Yohanes Trisno/Katoliknews

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here